Legenda AC Milan, George Weah Semakin Dekat Jadi Presiden Liberia

9
Legenda AC Milan, George Weah Semakin Dekat Jadi Presiden Liberia
Legenda AC Milan, George Weah Semakin Dekat Jadi Presiden Liberia

Awanjakarta.com – Legenda AC Milan, George Weah, saat ini semakin dekat untuk menjabat Presiden Liberia. Kabar ini memang cukup mengejutkan dunia olahraga, terutama dunia sepak bola.

Legenda AC Milan, George Weah, sendiri sudah mengikuti pemilihan Presiden Liberia yang digelar pada Selasa (10/10/2017) yang lalu. Hasilnya sangat mengejutkan banyak pihak. Sosok peraih trofi Ballon d’Or 2015 itu diyakini masuk putaran kedua dan akan head to head dengan incumbent, Joseph Boakai yang saat ini masih menjabat wakil presiden di Liberia.

Dalam pemilihan kali ini, Goerge Weah harus bersaing dengan 20 kandidat Presiden Liberia untuk menggantikan posisi Ellen Johnson Sirleaf yang sudah dua periode menjabat. Yang tak kalah menariknya, Weah diyakini menjadi salah satu peraih suara terbanyak selain untuk nama Joseph Boakai.

Komisi Pemilihan Umum (NEC) setempat sendiri seharusnya sudah bisa mengumumkan hasil pemilihan Presiden Liberia dan legislatif pada Rabu (11/11/2017) waktu setempat kemarin. Meski begitu, berbagai masalah yang terjadi dalam pemungutan suara sontak membuat pengumuman hasil perhitungan suara ditunda dan rencananya baru diumumkan Kamis hari ini waktu setempat.

Jika nantinya dalam pengumuman itu tidak ada kandidat yang meraih 50 persen suara yang disyaratkan, maka pemilihan Presiden Liberia akan dilanjutkan ke putaran kedua. Pengamat politik lantas meyakini jika pemilihan presiden ini akan berlanjut ke putaran kedua dengan George Weah dan Boakai akan bertarung sengit.

Embed from Getty Images

George Weah juga berpeluang maju ke putaran kedua

Ada juga yang menilai jika pemilihan berlanjut ke putaran kedua, Weah berpeluang besar jadi Presiden Liberia karena sebagian besar masyarakat ingin punya pemimpin yang baru. Hal tersebut cukup wajar.

Sementara tertundanya pengumuman hasil perhitungan ini sendiri disebabkan petugas pemungutan suara dalam beberapa kasus tidak melaksanakan tugasnya dengan sigap. Dikabarkan jika banyak pemilih yang bahkan sampai salah masuk TPS, antre berjam-jam dan ada TPS yang baru tutup pada pukul 03.00 dini harinya.

“Kami sudah mengakui bahwa petugas kami di berbagai tempat pemungutan suara memang tidak bekerja sebagai mana mestinya,” ujar Ketua KPU Liberia, Jerome Korkoya mengakui kekurangan mereka melalui Vanguard.

Tak kurang ada 2,18 juta pemilih terdaftar dalam pemilihan umum Liberia kali ini. Mereka
memberikan suaranya di sebuah lapangan yang ramai dengan memilih salah satu dari total 20 kandidat presiden, termasuk seorang wanita, dan harus memilih 73 anggota parlemen.

Perang sipil berlarut-larut, adanya krisis Ebola pada tahun 2014-16 dan jatuhnya harga komoditas telah membuat Liberia sempat masuk dalam daftar negara termiskin di dunia. Sementara korupsi semakin mengakar di negara tersebut dan pemilu kali ini yang ada mantan pemain bola ternama membawa harapan baru bagi mereka. YPWS.