Alex Briggs Ungkap Bagaimana Sensasi Jadi Kru Valentino Rossi

7
Alex Briggs Ungkap Bagaimana Sensasi Jadi Kru Valentino Rossi
Alex Briggs Ungkap Bagaimana Sensasi Jadi Kru Valentino Rossi

Salah satu kru Valentino Rossi di tim Movistar Yamaha, Alex Briggs, telah mengungkapkan bagaimana pengalamannya belasan tahun bekerja sama dengan pembalap berjulukan The Doctor tersebut. Briggs lantas mengklaim jika Rossi sudah pantas mendapatkan gelar pembalap terhebat.

Briggs sendiri sudah menjadi bagian kru tim Valetino Rossi (38 tahun) sejak sang rider asal
Italia itu kali pertama main di kelas primer Grand Prix pada 2000 silam. Briggs kini mengaku bangga bisa menjadi bagian dari tim Rossi saat diwawancarai Motorsport.

“Untuk bisa menggambarkan bagaimana rasanya bekerja untuk Rossi bisa dijawab dengan satu kata atau satu buku sekalian. Kalau satu kata adalah ‘luar biasa’. Untuk satu buku saya tidak punya waktu untuk itu,” ujar Briggs dengan antusias kepada Motorsport.

“Pada saat saya memulai dulu, Rossi bukanlah yang terhebat. Tapi belakangan, dengan seiring waktu semuanya menjadi kelas. Pria ini sudah memenangi gelar juara dunia di semua kelas, dari 125cc, 250cc, 500cc dua tak, hingga ke 990cc, 800cc dan 1000cc empat tak,” lanjutnya lagi.

Embed from Getty Images

Bekerja dengan Valentino Rossi menyenangkan

Briggs juga kembali menegaskan jika bisa bekerja untuk Rossi adalah hal yang sangat menyenangkan. Pasalnya, sang rider handal selalu bisa mengapresiasi setiap pekerjaannya.

“Satu hal hebat dari bekerja untuk Rossi adalah apresiasi atas usaha yang sudah Anda berikan, selain fakta dia selalu punya waktu untuk bertanya mengenai saya, keluarga saya, dan sampai ke kesenangan saya,” puji Briggs.

Briggs juga tak lupa menjelaskan bagaimana perbedaan Rossi dengan pebalap lainnya. Briggs mengibaratkan juara dunia Grand Prix sembilan kali itu sebagai satu unit komputer tercanggih yang ada di dunia.

“Seperti pada saat Anda membeli komputer, sebagian ada yang cepat, sebagian punya CPU atau memori yang lebih besar. Valentino Rossi itu sama seperti komputer tercepat yang bisa Anda beli,” jelas Briggs.

“Rossi itu sangat mencintai olahraga ini, tidak hanya untuk urusan menunggangi sepeda motor saja. Dia senang melihat pebalap muda menang, dia senang membantunya. Dia menyelesaikan balapan yang tidak bisa dimenanginya, dan dia tidak bisa menyembunyikan kecintaannya untuk terus membalap,” pungkas Briggs dengan perasaan haru. Awan Jakarta. YPWS