Amerika Lawan Pendukung Resolusi Anti-Israel Dengan Ancaman

Amerika Lawan Pendukung Resolusi Anti-Israel dengan ancaman serius. Hal ini menjadi kelanjutan kisruh pengakuan seputar Yerusalem.
Amerika Lawan Pendukung Resolusi Anti-Israel dengan ancaman serius. Hal ini menjadi kelanjutan kisruh pengakuan seputar Yerusalem.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Nikki Haley telah memperingatkan bahwa negaranya akan mencatat negara-negara mana saja yang mendukung resolusi yang mengutuk keputusan Presiden Donald Trump untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Amerika Lawan Pendukung Resolusi Anti-Israel.

“Di PBB, kami sudah selalu diminta untuk melakukan lebih dan memberikan lebih juga di masa lalu. Jadi, saat kami mengambil sebuah keputusan, atas keinginan rakyat Amerika Serikat juga, soal di mana kami menempatkan kedutaan kami, kami tidak mengharapkan mereka yang kami bantu akan membidik kami,” tulis Haley melalui laman Facebook dan Twitter, Selasa sore.

“Pada Kamis, akan ada voting di PBB yang mengkritisi apa yang jadi pilihan kami. Dan ya, AS akan mencatat semuanya (negara-negara pendukung resolusi Anti-Israel).”

Bisa ditebak, Presiden Donald Trump langsung mendukung ucapan keras duta besarnya dalam sidang kabinet di Washington, Rabu (20/12/2017) tersebut. “Kami akan mengawasi voting itu,” jawab Trump.

“Biarkan saja mereka memberikan suara menolak kami (Amerika), kami akan bisa berhemat banyak jadinya. Kami tidak peduli. Tapi ini tidak seperti sebelumnya dimana mereka dapat memvoting melawan Anda dan Anda membayar mereka sampai ratusan juta dolar dan tidak seorang pun tahu apa yang mereka lakukan.”

Trump sudah mengindikasikan bahwa dia dan Haley memang telah sepakat sebelumnya. “Nikki, itu adalah pesan yang tepat dan saya juga sepakat untuk dikirim besok. Orang-orang yang tinggal di sana, warga negara kita yang cinta negeri ini, mereka lelah negara ini dimanfaatkan dan kita tidak mau lagi dimanfaatkan lebih lama lagi.”

Amerika Lawan Pendukung Resolusi Anti-Israel dan akan mencatat semuanya

Pada hari Senin (18/12/2017), AS menggunakan hak veto untuk menggagalkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengkritik langkah sepihak AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Haley lantas menyatakan veto yang menghambat resolusi yang disponsori Mesir dan didukung 14 anggota DK PBB lainnya.

“Apa yang sudah kita saksikan di sini hari ini di Dewan Keamanan adalah sebuah penghinaan. Ini tidak akan dilupakan. Ini adalah salah satu contoh jika PBB sudah melakukan hal buruk ketimbang baik dalam konflik Israel-Palestina,” tuding Haley dalam pernyataan sebelum menyatakan veto tersebut.

Semua pendukung Palestina kini sepakat mengajukan resolusi yang sama di Majelis Umum PBB, dimana AS tidak dapat membatalkan keputusan secara sepihak. Pemungutan suara dijadwalkan akan digelar dalam sidang darurat Majelis Umum, Kamis (21/12/2017) waktu setempat.

Tak puas mengumumkan ancamannya di media sosial, Haley juga berani mengirim surat ke negara- negara dan memperingatkan mereka dampak dari pemungutan suara Majelis Umum. “Saat Anda mempertimbangkan suara Anda, saya ingin kalau Anda tahu bahwa Presiden dan AS menganggap voting ini secara pribadi,” tulis Haley dalam suratnya.

“Presiden akan terus mengamati pemungutan suara ini secara seksama, dan meminta saya melaporkan negara-negara mana saja yang sudah memilih untuk melawan kami,” pungkasnya. Awan Jakarta. YPWS.