Bercak Darah di Bulannya Saturnus Hebohkan NASA

2
- Bercak Darah di Bulannya Saturnus Hebohkan NASA
Bercak Darah di Bulannya Saturnus Hebohkan NASA. scanvine

Berita Internasional: Bercak darah di bulannya planet Saturnus hebohkan NASA. Menjadi penampakan misterius yang menarik perhatian.

Kabar dari planet Saturnus memang kembali datang dari The National Aeronautics and Space Administration (NASA). Pihak NASA dikabarkan telah menemukan letak terbaru dari bulan milik planet Saturnus, Tethys, memperlihatkan permukaan yang dipenuhi jejak bercak merah seperti darah.

Lokasi terbaru bulan planet cincin tersebut memang tidak ditutup-tutupi. Gambarnya diperlihatkan langsung dari pesawat luar angkasa yang diluncurkan oleh NASA untuk menjalankan misi ekspedisi planet Saturnus — Cassini-Huygens.

Dari gambar terbaru yang diambil tersebut, tampak beberapa bercak merah yang terbentang memanjang beberapa ratusan mil jauhnya di permukaan es bulan tersebut.

Hingga saat ini, belum terungkap terkait identitas bercak merah yang terlihat. Untuk sementara, para ilmuwan astronom sampai saat ini masih menduga bahwa bercak itu merupakan campuran materi kimia dari permukaan Tethys yang mencair di permukaan es sehingga membentuk warna merah darah. Meski sangat mirip, namun mereka tidak terlalu yakin menyatakan bahwa bercak tersebut merupakan darah.

Para ilmuwan mencoba untuk meneliti bercak tersebut lebih lanjut. Mereka juga berpendapat bahwa Tethys memiliki permukaan es yang berisi material tidak murni dan dapat mengakibatkan perubahan warna yang akhirnya dapat menjalar panjang hingga ratusan mil.

“Hal ini juga terjadi di bulan milik planet Jupiter, Europa. Secara geologis, bercak merah yang hadir di Europa disebabkan oleh dampak kawah bulan yang mengeluarkan gas dengan materi tidak murni selama bertahun-tahun lamanya,” jelas Paul Helfenstein, ilmuwan divisi imaging Cassini-Huygens, sesuai rilis laman Space.

Sampai saat ini, Cassini-Huygens masih dalam perjalanan misi ekspedisi planet Saturnus dan bulan Tethys. Misi ekspedisi tersebut telah berjalan selama 11 tahun sejak 2004.

“Kami berharap Cassini akan mengungkap sesuatu yang mengejutkan dari eksistensi Saturnus dan Tethys ke khalayak publik,” sambut Linda Spilker selaku kepala proyek ilmiah Cassini di Nasa’s Jet Propulsion Laboratory.

Linda juga tak lupa menambahkan, Cassini-Huygens akan berada dalam orbit terdekatnya dengan bulan Tethys pada November mendatang dan berjanji akan memperlihatkan jejak bercak merah di permukaan bulan tersebut secara lebih dekat lagi. Awan Jakarta. YPWS. Space.