Berita Terkini : Survei Membuktikan Masyarakat Kecewa Kinerja DPRD

- Berita Terkini : Survei Membuktikan Masyarakat Kecewa Kinerja DPRD
DPRD. tribun

Survei membuktikan masyarakat ternyata kecewa dengan kinerja DPRD. Memang hal ini tidak terlalu mengejutkan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) memang sudah seharusnya menjadi respresentasif suara masyarakat,
tak terkecuali DPRD DKI Jakarta. Namun apa mau dikata, berdasarkan hasil survei Populi Center pada 1-7
Desember 2015, hal itu berbanding terbalik.

Peneliti Populi, Dimas Ramadhan mengatakan masyarakat DKI merasa tak puas dengan kinerja anggota dewan
di Kebon Sirih itu. Lebih dari separuh responden yang berjumlah 400 orang dengan yakin menyatakan
ketidakpuasan mereka.

“Sebanyak 52 persen masyarakat tidak puas akan kinerja DPRD DKI Jakarta. Hanya 32 persen puas dan 0,5
persen sangat puas. Sisanya, 31,3 persen beranggapan biasa saja. 4,5 persen sangat tidak puas dan 11
persen memilih tidak tahu atau tidak jawab,” ujar Dimas di Jakarta, Sabtu (12/12/2015).

Survei dengan teknik tatap muka secara acak tersebut menguak kenyataan bahwa masyarakat DKI masih
berpandangan DPRD tidak mewakili aspirasi dan kepentingan publik.

“Sebanyak 53,2 persen masyarakat DKI mengatakan itu tidak mewakili, hanya 30,2 persen yang menyatakan
telah mewakili. Sisanya, 0,8 sangat mewakil, namun, sangat tidak mewakili 5 persen dan memilih tidak
tahu atau tidak menjawab 10,8 persen,” ungkap Dimas.

DPRD DKI juga menjadi sorotan saat Basuki Tjahaja Purnama memimpin Ibu Kota. Sebut saja soal anggaran
siluman pengadaan UPS, printer dan scanner.

Bahkan, dua anggota DPRD DKI periode 2009-2014 telah menjadi tersangka atas dugaan korupsi pengadaan
printer-scanner, oleh Bareskrim Polri. Mereka adalah Fahmi Zulfikar dan M Firmansyah.

Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, baik Fahmi maupun Firmansyah telah diperiksa sebagai saksi dalam
kasus tersebut. Penyidik Bareskrim juga sudah meminta keterangan enam anggota DPRD DKI lainnya sebagai
saksi di kasus ini masing-masing berinisial S, MG, FA, DR, L dan E.

Seperti sudah disinggung, hal ini memang menjadi hal yang tidak begitu mengagetkan. Di ranah media
sosial sendiri tingkah polah para anggota dewan yang konon terhormat itu kerap membuat netizen gerah.
Perbaikan jelas diperlukan. Awan Jakarta. YPWS.