BEWARE OF THE FLYING METAL

- BEWARE OF THE FLYING METAL
Komunitas unik yang menyalurkan hobi melempar pisau sekaligus sebagai olah raga. awanjakarta

Awanjakarta – The Lempar Pisau (disingkat D’ Lempis) adalah komunitas orang-orang yang gemar melempar pisau tanpa niatan untuk melukai apalagi untuk bergaya seperti para jagoan. Anggotanya terdiri dari berbagai kalangan mulai pelajar, mahasiswa, pekerja atau wiraswasta, dosen dan lain-lain.

Terkadang mereka bisa dikenali dari kaos hitam yang dikenakan oleh beberapa anggotanya. Dibelakang kaosnya terlihat tulisan “BEWARE OF THE FLYING METAL”dengan taburan warna perak sebagai motto komunitasnya.  Kalimat tersebut merupakan salah satu motto yg diciptakan oleh pelempar pisau amerika Scott Gracia, dan beliau mengijinkan kalimat ini digunakan oleh D’ lempis.

Walau kehadirannya baru kita dengar akhir-akhir ini di media elektronik, namun D’ Lempis telah lama berkembang pesat dan diakui Internasional sebagai komunitas lempar pisau teraktif di dunia.

Pengakuan dunia

Berawal dari keisengan sekumpulan mahasiswa seni rupa ITB (beberapa diantaranya Goy Gautama, Zen Ahmad, Gani, Anta, dan Indra) yang sering mengadakan beragam hiburan termasuk melempar pisau, maka terbentuklah komunitas ini di sekitar tahun 1988. Hal ini menjadikan D’ Lempis sebagai yang pertama di Indonesia bahkan Asia.

Kemudian kegiatan ini kembali digiatkan di tahun 2010 dengan membentuk grup di Facebook. D’lempis juga aktif berkomunikasi dengan para pelempar dunia seperti dari Amerika ataupun pelempar dari Eropa. Awalnya para D’ Lempis menggunakan apa saja yang bisa dilempar termasuk obeng untuk percobaan.

Cara melempar pisaunya pun belajar dari film-film laga dan sedikit meniru teknik militer. Hingga akhirnya menemukan teknik-teknik yang aman dan mulai menggunakan pisau yang berat dan ukurannya disesuaikan untuk hasil lemparan yang baik. Pisau lempar yang digunakan sebagai standar Internasional adalah panjang 12 Inchi dan berat minimalnya 250 gram. Tidak memiliki gagang serta tumpul pada bagian sisinya untuk teknik memegang bilah pisau yang aman.

Secara luas, D’ Lempis telah dikenal dan diakui dunia Internasional sebagai organisasi Lempar Pisau pertama di Indonesia.Keberadaannya juga telah masuk di dalam International Knife Thrower Hall of Fame (IKTHOF). Bahkan telah ada beberapa atlit kenamaan dari D’ Lempis yang masuk ranking 10 juara dunia untuk olah raga lempar pisau yang di adakan oleh IKTHOF untuk tingkat expert, intermediate maupun novice.

- BEWARE OF THE FLYING METAL
D’Lempis sangat memperhatikan aspek keselamatan dalam tiap aktifitasnya. awanjakarta

Prospek di Indonesia

D’ Lempis ingin eksistensinya semakin berkembang di negeri sendiri. Menurut pak Ellen “Chief” Ramlan selaku salah satu pendiri komunitas ini, D’ Lempis bercita-cita untuk menjadikan olah raga lempar pisau sebagai cabang olah raga nasional dan semakin diterima oleh masyarakat. Pendekatan terhadap instansi yang terkait terus di upayakan mengingat semakin berkembangnya komunitas ini di nusantara. Sementara kegiatan dengan pihak TNI hingga kini tetap terjalin dengan baik.

Keselamatan yang utama

Untuk objek lemparnya, D’ Lempis lebih sering menggunakan bekas pohon yang sudah ditebang. Tumbuhan dan hewan tidak diperkenankan untuk dijadikan sasaran, apalagi manusia. Keselamatan jelas menjadi fokus utama mereka dalam melakukan aktifitas. Ketika akan melempar pisau, tidak ada yang boleh berada didekat area lempar apalagi dekat dengan target. D’ Lempis melarang anggotanya untuk membawa pisau lempar kemana-mana selain untuk digunakan ketika berada di areal bermain.

Sebagai target, D’ Lempis menggunakan kayu yang tidak terlalu keras berdiameter 50 cm. Kemudian target tersebut dibagi menjadi 5 cincin dengan diameter berikut: 10cm, 20cm, 30cm, 40cm, 50cm. Poin yang diperoleh membentur bull’s-eye (lima poin) dan cincin luar masing-masing  (empat, tiga, dua, dan satu). Secara umum, pisau yang dilemparkan dari 5 jarak 2 m utk 1/2 spin, 3m utk 1 spin, 4m untuk 1 1/2 spin, 5m utk 2 spin, dan 6m untuk 21/2 spin.

Dibuat semi permanen, agar tidak membingungkan atau menggaris-garis ulang jarak lemparnya. Titik bull’s-eye pada target di usahakan memiliki tinggi dari tanah 152 dan 127 sebagai tinggi standard untuk kompetisi.  Walaupun di perbolehkan memiliki tinggi lingkar sasaran dari tanah yang variatif, akan tetapi  tinggi titik kedua pokok di atas tadi harus dimiliki terlebih dahulu.

Teknik melemparnya ada yang dengan putaran dan tanpa putaran pisau. Teknik tanpa putaran di negara barat disebut “no spin” atau “combat style” dan jarang digunakan untuk sipil. Prinsip dasarnya berbeda dengan teknik dengan putaran. Pisau terlempar dalam keadaan tidak berputar di udara dengan cara melecutkan tangan ke arah bawah ketika melakukan lemparan, Teknik ini lebih sulit dari teknik yang dengan putaran dan kecenderungannya sulit dalam akurasi ketepatan, tapi biasanya teknik ini tidak bisa dipakai dalam jarak yang lebih jauh. Dengan tidak menghasilkan putaran pisau, otomatis teknik ini sangat berguna dalam Seni bela diri. Sedangkan teknik dengan putaran lebih cocok untuk olah raga dan prestasi.

Prosedur latihan D’ Lempis

  1. Setiap pelempar baik yang baru bergabung maupun yang sudah lama harus melakukan pemanasan untuk menghindari cedera otot. Ketika melempar pun tidak dibenarkan memaksakan batas kemampuan fisik.
  1. Saat akan melemparkan pisau maupun ketika akan mengambil pisau dari target, setiap pelempar harus memastikan tidak ada orang di sekitar target lemparan pisau, baik di sebelah kiri atau kanan target.
  2. Disarankan melempar berjamaah, bila pelempar lebih dari jumlah target yang tersedia maka kegiatan bisa dilakukan secara bergantian.
  3. Bila ada pisau dari salah satu pelempar belum ditemukan setelah ia lempar, maka pelempar yang lain harus membantu dan menghentikan aktifitas demi keselamatan.
  4. Satu sama lain saling memperhatikan, saat yang lain sedang melempar pisau. Jangan sampai lengah atau asyik ngobrol di sekitar area target tanpa memperhatikan pelempar pisau yang sedang berlatih.
  5. Dilarang melukai pohon hidup atau bahkan binatang di sekitar area latihan.
- BEWARE OF THE FLYING METAL
Nama komunitas ini telah diakui oleh dunia Internasional. awanjakarta

Tidak ada syarat khusus untuk bergabung. Cukup datang saja ketika D’ Lempis sedang berkumpul. Untuk Jakarta, biasa berkumpul di Jalan Langsat I (Taman Langsat) atau bisa juga di Jalan Barito I (Melawai – Blok M). Biasanya setiap hari rabu, pukul 15:00 WIB – 18.00 WIB, sabtu pukul 10:00 WIB – 18.00 WIB, dan minggu (agak jarang atau insidentil) Pukul 10:00 WIB – 18.00 WIB.

Selain itu bisa juga ke Jalan Antasari G66 (Garasi 66) setiap hari sabtu mulai jam 11.00 WIB. Kalo kalian berminat, silahkan langsung bergabung. Untuk yang berdomisili di Bandung bisa mendatangi area Taman Pramuka di Jalan Riau setiap hari rabu, sabtu, dan minggu. Buat yang diluar Bandung dan Jakarta jangan kuatir, kalian bisa gabung ke Facebook, http://www.facebook.com/groups/DLemparPisau. Tujuan kegiatan ini selain untuk olah raga, juga untuk mempererat tali persaudaraan. D’ Lempis melarang keras penyalahgunaan pisau lempar. Yusuf Lone Wolf.