Bolt Tutup, Pengembalian Hak Pelanggan Bolt Diminta Sesegera Mungkin

Bolt Tutup, Pengembalian Hak Pelanggan Bolt Diminta Sesegera Mungkin

Awanjakarta.com – Bolt Tutup, proses pengembalian hak pelanggan Bolt dan First Media diminta dilakukan sesegera mungkin. Hal tersebut telah diminta oleh pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sendiri telah memastikan mengakhiri penggunaan pita frekuensi 2.3GHz dari pihak PT First Media Tbk (KBLV) dan PT Internux (Bolt). Hal itu diambil setelah dua perusahaan tersebut tidak sanggup memenuhi kewajiban Biaya Hak Penggunaan Spektrum Radio pada negara.

Kementerian Komunikasi dan informatika (Kemkominfo) akhirnya memang mengakhiri penggunaan pita frekuensi 2.3GHz dari PT First Media Tbk (KBLV) dan PT internux (Bolt). Keputusan ini akhirnya diambil setelah sebelumnya dilakukan penundaan pencabutan izin frekuensi pada dua perusahaan tersebut demi pelanggan.

Menurut Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kemkominfo Ismail, proses pengembalian hak pelanggan selanjutnya diserahkan kepada pihak operator. Meski menyerahkan pada operator, namun pihaknya tetap meminta agar pengembalian itu bisa dilakukan dengan cepat.

“Kami meminta agar secepatnya dua perusahaan (First Media dan Bolt) untuk mengurus semua hak para pelanggan yang dimiliki. Kami juga sudah meminta pihak perusahaan membuka gerai-gerai untuk mempermudah klaim semua pelanggan,” ujar Ismail saat sesi konferensi pers di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Bolt Tutup, pihak PT Jasnita juga alami hal sama

Ismail juga tak lupa menuturkan jika pihak Kemkominfo sendiri sebenarnya tidak punya batas maksimal pengembalian hak pelanggan dari dua perusahaan tersebut. Meski begitu menurutnya lagi setidaknya pengembalian hak pelanggan ini dapat dilakukan paling lambat selama 30 hari lamanya.

“Tetapi tetap kalau bisa lebih cepat lagi. Pelanggan yang masih memiliki hak dapat mengikuti prosedur yang disediakan oleh operator tersebut,” ujar Ismail yang juga pastikan jika mereka akan terus memantau proses pengembalian hak para pelanggan.

Berdasarkan pantauan pihak Kemkominfo, jumlah pelanggan First Media dan Bolt sudah turun drastis dalam dua bulan terakhir. Pada 20 November 2018, tercatat masih ada 10.169 pelanggan aktif dengan nilai kuota mencapai di atas Rp 100 ribu. Pada 25 Desember turun tinggal 5.056 pelanggan saja.

Sementara itu, selain First Media dan Bolt, penghentian juga berlaku untuk pihak PT Jasnita yang memiliki tunggakan yang sama. Pencabutan ini dituangkan dalam Keputusan Menteri Kominfo Nomor 1012 Tahun 2018 untuk PT Internux. Keputusan untuk PT First Media Tbk dituangjan dalam Keputusan Nomor 1011 Tahun 2018.

Kedua operator diharuskan melakukan shutdown terhadap core radio network operator center (NOC) mereka. Kedua perusahaan tersebut tidak dapat lagi melayani pelanggan memakai pita frekuensi radio 2.3GHz karenanya. Awan Jakarta. YPWS.