Buaya Kembali Memakan Korban di Kalimantan

- Buaya Kembali Memakan Korban di Kalimantan
Ilustrasi buaya

awanjakarta – Seekor buaya ganas di perairan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali memakan korban jiwa usai menerkam seorang warga.

“Sampai pagi ini puluhan warga bersama anggota Pol Air masih melakukan pencarian korban. Kemarin itu sempat ditembak juga tapi buayanya tidak mati dan hilang,” ujar Camat Mentaya Hilir Selatan, Jumberi di Sampit, Selasa (20/05/2014).

Menurut informasi di lapangan, korban bernama Yassin yang seorang buruh pabrik itu sedang mandi dengan rekannya di Desa Jaya Karet RT 1 Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Mereka tidak menyadari ada buaya berkeliaran di sekitar. Ironisnya, korban sempat menakuti rekannya bahwa di kawasan itu sering muncul buaya.

Tak perlu waktu lama, rekan korban sempat melihat buih cukup banyak muncul di permukaan air dekat korban. Tiba-tiba buaya yang panjangnya sekitar lima meter muncul dan langsung menerkam korban.

Hanya dalam hitungan detik, tubuh korban langsung dibawa tenggelam oleh buaya tersebut, sementara rekan korban yang ketakutan langsung menyelamatkan diri meminta pertolongan ke kampung terdekat.

Beberapa saat setelah kejadian, buaya tersebut kembali muncul dan diburu warga. Namun, pengejaran itu tidak membuahkan hasil karena buaya menghilang setelah menyeberang ke arah Pulau Hanaut, menjauh dari lokasi kejadian.

“Sejak kejadian sampai sekarang, kami masih melakukan pencarian dengan berbagai cara. Kejadian ini membuat masyarakat waswas beraktivitas di sungai,” kata Jumberi.

Menurut keterangan warga, buaya memang sering terlihat berkeliaran di perairan Kecamatan Mentaya Hilir Selatan dan sekitarnya. Populasi buaya tersebut diyakini ada di Pulau Lepeh yang berada di tengah Sungai Mentaya perairan setempat.

Tewasnya warga diterkam buaya bukanlah kejadian pertama di kawasan itu. Sejak 2013 hingga saat ini, setidaknya terjadi tujuh kali serangan buaya terhadap warga yang sedang beraktivitas di sungai dan sebagian besar korbannya meninggal dunia. YLWS.