Bule Australia Heboh Usai Pesan Pijat Red Dragon Alias Dikerokin

Berita Terkini - Pengalaman bule Australia ini usai kena pijat Red Dragon alias dikerokin sepertinya akan berkesan untuk waktu lama.
Berita Terkini - Pengalaman bule Australia ini usai kena pijat Red Dragon alias dikerokin sepertinya akan berkesan untuk waktu lama.

Awanjakarta.com – Seorang bule Australia atau turis asal Australia bernama Matthew Raison yang tengah berlibur di Bali, Indonesia mendapatkan pengalaman unik. Ia heboh usai pesan pijat Red Dragon alias dikerokin.

Laman DailyMail.co.uk pada Jumat (5/10/2018) ikut mengabarkan pengalaman Matthew Raison dan istrinya, Candise Raison yang berasal dari Paringa, Australia Selatan itu. Awalnya mereka tengah asyik berlibur di Bali selama enam hari yang seru.

Keduanya sempat merasa sangat lelah sehingga memutuskan untuk istirahat dari kegiatan liburan mereka. Mereka lantas tertarik untuk merileksasikan tubuh dengan mencoba pelayanan pijat.

Karena begitu lelahnya hingga tak ingin keluar dari hotel tempat mereka menginap, Matthew Raison dan Candise Raison lantas memutuskan untuk memesan tukang pijat dari aplikasi online Go Jek. Candise tak mengalami hal aneh apapun ketika dipijat, namun ketika giliran suaminya, tukang pijat bertanya apakah Matthew ingin coba pijat ‘Red Dragon’.

Matthew Raison dan Candise Raison mengira hal ini berkaitan dengan pijat yang menggunakan doa-doa tertentu, terlebih mereka berada Bali yang merupakan tempat yang sakral bagi sebagian orang. Bagaimana reaksi Raison?

“Saya tidak begitu mengerti apa yang Anda bicarakan, namun suami saya siap mencoba apapun, jadi ya lakukan saja,” balas Candise kepada tukang pijat tersebut dengan polosnya.

Candise kemudian mendeskripsikan bagaimana tukang pijat tersebut memijat punggung suaminya menggunakan koin. Pemijat terus mengerok sembari mengatakan bahwa esok hari punggung Matthew Raison akan dipenuhi oleh ‘Red Dragon’.

Bule Australia tak kapok dikerokin lagi

Bisa ditebak jika pada keesokan harinya, punggung Matthew dipenuhi dengan tanda berwarna merah, atau orang Indonesia biasa menyebut dengan nama ‘kerokan’. Karuan Raison dan Candise Raison heboh.

Meskipun kaget, namun kedua bule Australia itu merasa hal ini adalah sesuatu yang lucu juga. Semakin koplak, Matthew Raison yang selama tiga tahun kerap mengeluh soal kondisi punggungnya yang terus-terusan sakit merasa bahwa metode pijat kerokan ini malah menyembuhkan sakitnya.

Candise juga menyebut bahwa usai suaminya mendapatkan ‘kerokan’, Matthew tak lagi mengeluh soal sakit di punggungnya tersebut. Matthew menyebut jika tanda merah di punggungnya tersebut bertahan selama lima hari, kemudian hilang. Ia juga akui tidak kapok dan siap dikerokin lagi suatu saat nanti jika kembali ke Indonesia. Awan Jakarta. YPWS.