Cara Pencegahan Virus Corona Yang Wajib Diketahui

Cara Pencegahan Virus Corona Yang Wajib Diketahui

Awanjakarta.com – Virus Corona hingga pertengahan Mei 2020 ini masih menjadi momok mengerikan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Virus Corona atau kepanjangannya Severe Acute Respiratory Ayndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan virus berbahaya yang menyerang sistem pernapasan manusia dan hewan. Penyakit karena infeksi virus ini kemudian disebut dengan istilah COVID-19.

Virus ini bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan yang ringan, infeksi paru-paru yang berat dan bahkan bisa berujung pada kematian. Corona virus merupakan jenis baru dari virus yang menular dari manusia ke manusia.

Banyak yang menganggap remeh virus ini karena lebih banyak menyerang oang-orang lanjut usia, namun yang perlu dicamkan adalah virus ini bisa menyerang siapa saja. Tua atau muda, bayi, anak-anak, hingga orang dewasa juga bisa terserang. Yang patut diwaspadai, virus ini juga bisa menyerang ibu-ibu hamil dan ibu-ibu menyusui.

Seseorang bisa tertular virus ini melalui berbagai cara seperti:

  • Kontak jarak dekat seperti bersalaman dengan penderita C19.
  • Menghirup percikan ludah atau droplet yang dikeluarkan penderita C19 saat batuk atau bersin.
  • Nekat memegang wilayah wajah termasuk mulut atau hidung tanpa terlebih dulu mencuci tangan usai menyentuh benda yang terkena cipratan ludah penderita C19.

Ada beberapa gejala virus ini yang umumnya muncul dalam rentang waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah seseorang tertular. Setidaknya ada 3 gejala umum yang bisa diperhatikan:

  • Batuk-batu kering atau tidak berdahak.
  • Demam tinggi atau suhu tubuh bisa di atas 38 derajat Celsius.
  • Keluhan sesak napas.

Ada juga beberapa gejala lain yang bisa muncul pada infeksi virus meskipun tidak sering seperti:

  • Keluhan tidak bisa mengecap rasa manis, asam, asin atau keluhan tidak bisa mencium bau-bauan.
  • Diare atau gangguan buang air terus.
  • Keluha rasa sakit di kepala.
  • Konjungtivitis.
  • Munculnya ruam di permukaan kulit.

Untuk bisa memastikan seseorang tertular, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan seperti:

  • CT scan atau penyinaran rontgen pada bagian dada untuk mendeteksi adanya infiltrat atau cairan di bagian paru-paru seseorang.
  • Rapid test untuk mendeteksi ada atau tidaknya antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus ini.
  • Swab test atau tes PCR (polymerase chain reaction). Tes ini dilakukan untuk mendeteksi virus ini di dalam dahak seseorang.

Hasil rapid test COVID-19 positif kemungkinan menunjukkan bahwa seseorang sudah terinfeksi virus ini, namun bisa juga berarti Anda terinfeksi virus yang lain. Hasil rapid test negatif juga belum
tentu menandakan bahwa seseorang pasti bebas dari virus ini.

Segera lakukan isolasi mandiri jika Anda mengalami gejala infeksi virus ini. Isolasi atau karantina mandiri harus dilakukan terutama jika dalam 2 minggu terakhir pernah berada di daerah yang memiliki kasus virus ini atau telah melakukan kontak dengan penderita C19. Hubungi hotline C19 di nomor telepon bebas pulsa 119 Ext.9 atau 112 untuk mendapatkan pengarahan.

Jika Anda mungkin terpapar virus ini tapi tidak mengalami gejala, Anda tidak perlu memeriksakan diri ke rumah sakit. Diam di rumah selama 14 hari dan batasi semua bentuk kontak fisik dengan orang lain.

Jika nantinya dalam beberapa hari muncul gejala, baru isolasi mandiri dan tanyakan kepada dokter melalui telepon atau aplikasi mengenai tindakan apa yang perlu dilakukan. Bila dirasa memerlukan pemeriksaan langsung oleh dokter, buat janji konsultasi dengan pihak rumah sakit atau telepon 119 atau 112 agar bisa diarahkan ke dokter terdekat yang dapat membantu Anda.

Cara pencegahan terpapar virus corona

Hingga pertengahan bulan Mei 2020 ini masih belum ada vaksin untuk mencegah infeksi virus ini. Cara pencegahan yang terbaik dengan menghindari semua penyebab penularan dengan cara:

  • Selalu menggunakan masker saat keluar rumah. Gunakan masker di tempat umum atau keramaian, termasuk saat berbelanja bahan makanan, ke rumah sakit atau ke toko obat.
  • Rajinlah mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60%. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir lebih diutamakan daripada menggunakan hand sanitizer.
    Hindari menyentuh mata, mulut dan hidung sebelum mencuci tangan.
  • Jaga jarak! Terapkan physical distancing atau menjaga jarak minimal 1 meter sampai 2 meter dari orang lain. Hindari bepergian ke luar rumah kecuali memang ada keperluan darurat.
  • Tingkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan terapkan pola hidup sehat.
  • Selalu jaga kebersihan benda yang sering disentuh seperti gagang pintu, hape, remote televisi, keran air dan lain-lain. Jaga juga kebersihan lingkungan luar dan kebersihan rumah.
  • Selalu tutup mulut dan hidung dengan tisu saat batuk atau bersin dan langsung buang tisu ke tempat sampah. Jika tidak ada tisu, arahkan bersin atau batuk ke lengan dalam baju.
  • Sebisa mungkin hindari kontak dengan penderita C19 atau orang yang sedang sakit demam, batuk, atau bersin-bersin. Menghindari di sini bukan memusuhi. Bantu mereka tetap diam di rumah dengan menyediakan kebutuhan mereka dari luar.

    Sampai akhirnya nanti pandemi virus ini berakhir, kita semua harus disiplin melakukan pencegahan. Semua upaya pencegahan yang dilakukan orang lain tidak akan efektif jika tidak diikuti oleh anggota masyarakat lainnya. YPWS.