Dahlan Iskan Hari Ini Jadi Tersangka Proyek Gardu Listrik Rp1,063 Triliun

- Dahlan Iskan Hari Ini Jadi Tersangka Proyek Gardu Listrik Rp1,063 Triliun
Dahlan Iskan Hari Ini Jadi Tersangka Proyek Gardu Listrik Rp1,063 Triliun

Berita Nasional: Hari ini, Jumat (05/06/2015), mantan Direktur Utama PT. Perusahaan Listrik Negara Dahlan Iskan telah ditetapkan menjadi tersangka. Hal ini diputuskan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta kasus dugaan korupsi proyek pengadaan dan pembangunan Gardu Induk di Unit Induk Pembangkit dan Jaringan Jawa Bali dan Nusa Tenggara PT. PLN Persero tahun anggaran 2011-2013 senilai Rp1,063 triliun.

“Dari kemarin (Kamis) tim penyidik sudah memeriksa saksi, Dahlan Iskan, selaku Kuasa Pengguna Anggaran. Hasil pemeriksaannya kami evaluasi dan dianalisa. Penyidik menyatakan saudara Dahlan memenuhi syarat ditetapkan menjadi tersangka berdasarkan dua alat bukti minimal yang kami kumpulkan,” jelas Kepala Kejati DKI Jakarta, M. Adi Toegarisman.

Sebelum diumumkan jadi tersangka, Dahlan Iskan sempat menjalani pemeriksaan lanjutan. Dahlan diperiksa sebagai kuasa pengguna anggaran. Dikabarkan, pemeriksaan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara dilakukan usai pada pemeriksaan sebelumnya, Kamis (04/06/2015), dirasa belum cukup menggali akar masalah kasus dugaan korupsi.

Pembangunan megaproyek 21 unit Gardu Induk Jawa-Bali-Nusa Tenggara sudah dimulai pada Desember 2011 dan harusnya selesai tahun 2013. Namun dalam pelaksanaan, proyek itu justru terbengkalai.

Sebelum Dahlan Iskan, kejaksaan juga telah menahan sembilan tersangka di LP Cipinang. Kesembilan tersangka, adalah:

  1. FY (Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Jawa Bali-UPK JJB IV region Jawa Barat).
  2. SA (Manajer Unit Pelaksana Konstruksi Jaringan Jawa Bali-UPK JJB IV region DKI Jakarta dan Banten).
  3. INS (Manajer Konstruksi dan Operasional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara).
  4. ITS (pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali).
  5. Y (Asisten Engineer Teknik Elektrikal di UPK JJB 2 PT PLN).
  6. AYS (Deputi Manager Akuntansi di Pikitring Jawa Bali Nusa Tenggara PLN).
  7. YRS (pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali).
  8. EP (pegawai PLN proyek induk pembangkit dan jaringan Jawa Bali).
  9. ASH (pegawai PLN Proring Jawa Tengah dan Yogyakarta).

Kesembilan tersangka langsung dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP.‎ Awan Jakarta. YPWS.