Yang Harus Dilakukan Pada Saat Gunung Meletus

Yang Harus Dilakukan Pada Saat Gunung Meletus
Yang Harus Dilakukan Pada Saat Gunung Meletus

Awanjakarta.com – Yang Harus Dilakukan Pada Saat Gunung Meletus perlu untuk diketahui, atau bila perlu Anda sampaikan pada rekan yang terancam masalah serius yang satu ini.

Saat artikel ini ditulis, pulau Bali masih terancam letusan Gunung Agung yang mulai batuk-batuk kembali usai lama istirahat. Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM Gede Suantika telah mengatakan Gunung Agung mengeluarkan semburan uap air dari kawah gunung tersebut sejak Minggu (24/09/2017).

“Status Gunung Agung yang sudah level IV (status Awas) sejak kemarin sudah mengeluarkan semburan uap air atau asap putih setinggi 200 meter. Itu artinya pemanasan air di bawah dengan magma semakin meningkat,” jelas Suandika di Pos Pengamatan Gunung Agung di Rendang, Karangasem, Bali, Senin.

Dikatakan dengan keluarnya uap air, hal itu menandakan indikasi magma sudah semakin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan. Di samping juga jumlah kegempaan semakin banyak dan kuat. Jelas sangat berbahaya.

Semua masyarakat patut untuk selalu mewaspadai dan harus lakukan antisipasi untuk kemungkinan terburuk sekalipun. Potensi bahaya yang bisa dihasilkan memang tidak bisa dianggap remeh. Bahan-pahan produk Gunung Meletus yang bisa mengancam nyawa diantaranya adalah:

1. Benda padat yang terpental atau beterbangan ke udara seperti bebatuan gunung.
2. Lahar, baik dari letusan dan hujan. Bila melihat ada lahar dingin, segera menjauh.
2. Awan atau luncuran hawa panas yang suhunya sangat tinggi, antara 300 – 7000 derajat celcius, kecepatanya juga bisa lebih dari 70 km/jam (tergantung kemiringan lereng).
3. Paparan Abu mengandung zat yang berbahaya Co, H2S, SO2 sehingga bisa menyebabkan gangguan ISPA. Abu itu sendiri secara fisik berbentuk silica, yaitu abunya berbentuk tidak beraturan dan tajam, sehingga bisa merusak jaringan mata bila mata terkena atau merusak saluran pernafasan Anda. Abu juga bersifat asam, hingga bila mengenai kulit dapat menyebabkan gatal atau iritasi pada kulit.
4. Gas beracun (CO2, H2S, HCl, SO2, dan CO).

Lantas, bagaimana cara menyelamatkan diri? Berikut beberapa hal yang harus dilakukan saat Gunung Meletus:

– Bila Anda tinggal, aktivitas atau bekerja di sekitar gunung berapi, waspadalah dan
siagalah terhadap letusan. Bila diminta mengungsi, segera ikuti arahan dan jangan membandel.

– Bila Anda pada saat kejadian berkunjung atau wisata di gunung berapi, sebaiknya cari tahutentang karakteristik gunung berapi yang ada di sana. Cari juga info tentang jalur
evakuasi, dimana tempat berbahaya dan dimana tempat aman, serta bagaimana menghubungi pihak penolong atau tim rescue.

– Sekali lagi, patuhi perintah evakuasi dan gunakan jalur yang telah disarankan untuk proses evakuasi. Utamakan keselamatan daripada harta benda.

– Bila ada ancaman letusan, segera tutup atau lindungi sumber air bersih Anda. Siapkan tas darurat dan tas P3K dengan segala kebutuhan dasar. Buatlah rencana darurat berikut
pengungsiannya.

– Bila terjadi letusan, segera mengungsi ke tempat yang sudah disiapkan atau disarankan oleh pihak yang berwenang. Hindari melintasi lahar atau lumpur panas, meski terlihat secara kasat mata tidak membara. Lapisan atas lahar adalah tipis dan dibawahnya sangat panas atau berupa cairan kental dan bersuhu tinggi, antara 700 – 12000 derajat celsius.

– Gunakan pelindung tubuh berupa baju lengan panjang, topi caping atau topi petani. Bisa dengan topi rimba. Gunakan celana panjang yang nyaman tak menyulitkan pergerakan. Gunakan masker. Masker yang baik untuk kesehatan dan keselamatan disaat hujan abu gunung berapi adalah masker respirator yang berukuran N95 sampai N100 untuk hindari masuknya debu berukuran atau kurang dari 10 mikron. Kalau bisa tidak gunakan masker medis karena tidak cocok untuk digunakan disaat terjadinya hujan abu.

– Lepaskan lensa kontak! Saat turunnya awan panas, segeralah tutupi wajah Anda. Bila masih sempat, ikutlah mengungsi sejauh mungkin dari wilayah terdampak. Jangan tunggu kena dulu baru mau mengungsi.

– Pastikan Anda atau anggota keluarga lain selalu dalam pantauan Anda. Buat kesepakatan apa yang akan dilakukan jika Anda terpisah dari anggota keluarga lainnya.

– Bila terkena abu gunung berapi segeralah mandi, pisahkan baju yang terkena abu disaat mencuci karena abu gunung dapat merusak mesin cuci Anda. Bila terkena mata segera alirkan air ke mata Anda. HINDARI MENGUCEK MATA, karena malah dapat melukai mata Anda. Disarikan dari berbagai sumber. YPWS.