Hacker Kini Diakui Bisa Kendalikan Drone Dari Jarak Jauh

Hacker Kini Diakui Bisa Kendalikan Drone Dari Jarak Jauh
Hacker Kini Diakui Bisa Kendalikan Drone Dari Jarak Jauh

Awanjakarta.com – Hacker kini diakui bisa kendalikan Drone dari jarak jauh. Meski awalnya sempat ditertawakan, namun ancamannya mulai nyata.

Bagi Anda yang saat ini tengah menggandrungi pesawat nirawak atau lebih populer disebut Drone, disarankan untuk lebih berhati-hati, karena bisa jadi drone milik Anda nantinya dikendalikan oleh hacker dari jarak jauh. Apa?!

Ya, setidaknya menurut Kadiv Humas Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI), Muhammad Akbar Marwan, sejak beberapa bulan terakhir ini drone sudah sering menjadi incaran para hacker. Celah keamanan yang ada mulai coba dimanfaatkan oleh mereka.

“Mereka mulai mengeksploitasi celah keamanan aplikasi dari para produsen utama drone di dunia untuk menghindari pembatasan, termasuk untuk urusan batas elevasi penerbangan,” jelas Akbar, Senin (31/07/2017) di Jakarta.

Akbar yang juga dikenal sebagai Researcher Drone dan Mobile Ad Hoc Network (MANET) dari Universitas Gunadarma, melihat jika memang ada celah yang bisa dimanfaatkan hacker. Terkini adalah ancaman hacker pada drone dari DJI.

“Sebelumnya DJI telah mengeluarkan update firmware untuk mengatasi masalah untuk celah peretasan ini. Akan tetapi, proses hacking masih saja tetap bisa dilakukan,” ungkapnya lagi.

Hacker mencoba manfaatkan celah keamanan Drone

Potensi peretasan ini dapat ditelusuri pada kesalahan yang dibuat oleh DJI dalam meninggalkan kode debug pengembangan di aplikasi DJI Assistant 2. Perubahan bisa dilakukan dengan memberi komentar satu baris pada sebuah file dan lantas menetapkan flag debug dari false ke true.

Kelemahan tersebut bisa mengungkap serangkaian parameter yang memungkinkan hacker menonaktifkan sistem pengamanan. Padahal, lanjut Akbar lagi, pihak DJI telah diperingatkan berulang kali sejak April 2017 silam.

“Sejak bulan puasa kemarin, kami sudah sejatinya sudag melakukan antisipasi dan mitigasi terhadap perubahan kemampuan yang ada pada drone DJI, meskipun sebenarnya drone non-DJI yang rakitan juga perlu mendapatkan perhatian yang sama.”

Akbar lantas menghimbau kepada pengguna DJI Drone diharapkan agar setidaknya tidak sembarangan melakukan patch dari sumber yang tidak terpercaya, karena justru dapat menjadi masalah di kemudian hari.

“Misalnya, ada patch yang justru memberikan seperti countdown pada tanggal tertentu, drone tersebut malah akan shutdown atau tidak bisa digunakan lagi.”

Kekhawatiran juga ikut berpusat pada risiko keamanan aplikasi yang ditimbulkan oleh adanya kode debug DJI dalam aplikasi publik, yang bisa menciptakan backdoor bagi hacker untuk ikut campur dengan teknologinya.

Kini sudah terbentuk kelompok pengamat dan hacker DJI Drone di Facebook untuk mengembangkan aplikasi DJI-Go versi hacker. Pembatasan ketinggian jadi fokus mereka saat ini.

“Fokus utama dari upaya ini adalah sebisa mungkin menghilangkan pembatasan ketinggian untuk menghapus zona larangan terbang. Pengguna dapat meningkatkan jangkauan radio, yang melanggar undang-undang, terutama di Uni Eropa,” pungkasnya. YPWS.