Johann Zarco Dorong Motor Sampai Finish Namun Tetap Bahagia

20
Johann Zarco Dorong Motor Sampai Finish Namun Tetap Bahagia
Johann Zarco Dorong Motor Sampai Finish Namun Tetap Bahagia

Awanjakarta.com – Johann Zarco Dorong Motor sampai garis finish memang cukup menghebohkan pecinta balap MotoGP, namun dirinya tetap mengaku sangat bahagia. Bukan tanpa alasan sama sekali.

Nama Johan Zarco memang lebih mendominasi pemberitaan hingga hari ini meski tidak jadi juara. Kehabisan bahan bakar pada lap terakhir, Zarco mati-matian menyelesaikan balapan dengan mendorong motornya sampai garis finish.

Bisa memulai balapan dari baris kedua, Zarco sendiri menjalani balapan yang sangat berat.
Pembalap Yamaha Tech 3 itu dikabarkan harus mengalami masalah pada akselerasi motornya. Ia coba terus berusaha memberikan yang terbaik yang bisa ia berikan.

Puncak masalah terjadi pada putaran terakhir saat YZR-M1 2016 yang ditungganginya kehabisan bahan bakar. Zarco pun terpaksa harus mendorong motornya sampai garis finish. Meski harus jogging dadakan, namun sang rider masih berhasil membawa pulang satu poin, usai finish ke-15.

Aksi heroik yang ia lakukan memang mendapatkan respon positif dari semua yang menyaksikan jalannya balapan hari itu. Sikap pantang menyerahnya diacungi jempol semua pecinta dunia MotoGP. Pada saat ditanya bagaimana kondisinya setelah balapan, Zarco menjawab:

“Ini (mendorong motor berat dengan jarak jauh) benar-benar sangat sulit, saya harus memeriksa detak jantung saya,” ujarnya dengan kelelahan.

“Seperitinya (batas) maksimumnya pada garis finish, dan tidak dengan motor. Balapan kali ini adalah balapan yang sulit untuk semuanya.”

“Pada awal balapan saya sudah memiliki feeling yang baik dengan motor, tapi pengaturan
elektroniknya terlalu banyak sekali. Saya jadi yang harus mengaturnya untuk mendapatkan
akselerasi yang baik.”

Johann Zarco Dorong Motor tapi tetap bersikap positif

“Untuk bisa mengendarai motor dengan bahan bakar penuh, saya sudah merasa nyaman, tapi kesulitan di akselerasinya saja. Saat trek mengering, saya mendapat feeling yang lebih baik lagi, tapi kenyataan tidak sebaik yang saya harapkan.”

“Saya melihat Cal Crutchlow terjatuh, lalu Jorge Lorenzo, dan saya berpikir mereka berdua berada di belakang saya pada klasemen. Saya punya beberapa masalah, tapi saya mengatakan jika ini (balapan) yang sulit untuk semuanya. Dan lalu pada akhir balapan saya bisa menjaga kecepatan ini juga.”

“Tidak mungkinlah untuk lebih cepat lagi, karena saya memiliki beberapa kejadian besar saat hampir terjatuh tadi, tapi saya bisa menjaga jarak dengan Scott Redding.”

“Nah, pada lap terakhir saya mulai dapat masalah ini, tidak ada lagi bahan bakar di motor. Ini adalah hal yang seharusnya tidak sampai terjadi, kami jelas kecewa.”

“Pada akhirnya, ya saya masih dapat satu poin, setidaknya masih lebih baik dari tidak sama sekali. Ada hal yang lebih buruk dalam hidup ini jika dibandingkan dengan menyelesaikan balapan tanpa bahan bakar,” pungkasnya dengan semangat luar biasa. YPWS.