Malaysia Sambut Pabrikan Jerman Untuk Proyek Mobil Nasional

Berita Terkini - Malaysia menyambut keinginan pabrikan Jerman terlibat dalam proyek pengadaan Mobil Nasional terbaru. Hal ini positif untuk dunia otomotif negara jiran tersebut.
Berita Terkini - Malaysia menyambut keinginan pabrikan Jerman terlibat dalam proyek pengadaan Mobil Nasional terbaru. Hal ini positif untuk dunia otomotif negara jiran tersebut.

Awanjakarta.com – Malaysia dengan tangan terbuka menyambut keinginan pabrikan Jerman untuk terlibat dalam proyek Mobil Nasional terbaru mereka.

Hal ini disampaikan oleh wakil menteri Kementerian Perdagangan dan Industri Internasional (MITI) Malaysia, Dr Ong Kian Ming sesuai rilis Bernama.com, Rabu (24/10). Hal ini juga disampaikan kepada wartawan usai menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama Malaysia-Jerman dan peluncuran Pusat Keunggulan Ekonomi Timur Asia (ECER) Pusat Smart Technologies (ACES).

“Jika perusahaan Jerman memang tertarik untuk menjajaki peluang dalam proyek mobil nasional ketiga, kami (Malaysia) bersedia dan terbuka untuk proposal tawaran dari mereka,” jelas Dr Ong Kian Ming.

Pihak Pemerintah Malaysia dikabarkan akan mengembangkan mobil nasional baru sebagai pengganti Proton yang kini dimiliki manufaktur otomotif China, Zhejiang Geely Holding Group dengan total 49,9 persen saham di Proton. Soal potensi keuntungan cukup menjanjikan untuk pasar lokal juga.

Proyek mobil nasional 3.0 sendiri dimaksud akan digelar pada tahun 2020 dan menjadi proyek ambisius Perdana Menteri Mahathir Mohamad. Hal ini dilakukan demi bisa menumbuhkan industri otomotif di negara Malaysia.

Dr Ong Kian Ming pada kesempatan yang sama juga mengatakan bahwa sejauh ini sejumlah manufaktur otomotif Jerman sudah merakit lokal kendaraannya di negara tetangga Indonesia tersebut. Hal tersebut jelas membuktikan bahwa industri otomotif Malaysia sangat menjanjikan di masa depan.

Perwakilan Duta Besar Jerman untuk Malaysia, Nikolaus Graf Lambsdorff, mengatakan bahwa merek mobil Jerman juga sudah sangat dikenal oleh konsumen otomotif Malaysia. Mereka sangat menyambut kerjasama kali ini.

“Empat manufaktur otomotif Jerman ingin bisa memperluas bisnis mereka dan sekalian meningkatkan produksi kendaraan di Malaysia. Mereka sangat aktif di negara ini, mencari tidak hanya di pasar Malaysia tetapi juga di negara-negara tetangga mereka,” jelas Nikolaus Graf Lambsdorff melalui Paultan.org.

Mobil Nasional Malaysia yang direncanakan dengan serius

CEO Institut Otomotif Malaysia, Datuk Madani Sahari, juga mengatakan jika proyek mobil nasional ketiga dapat memenuhi kebutuhan pasar dalam upaya untuk menyelesaikan industri otomotif di bawah konsep mobilitas yang saling terhubung. Keinginan memacu perekonomian ikut mendorong keinginan ini.

“Keinginan untuk bisa lebih mengembangkan proyek mobil nasional baru tidak semata-mata untuk mendapatkan ketenaran saja, namun untuk memacu perekonomian yang direncanaka oleh pemerintah Malaysia.”

Sosok Mahathir Mohamad sendiri sudah pernah mengatakan jika kembalinya mobil nasional kepangkuan Malaysia bisa kembali bangkitkan semangat industri otomotif Malaysia menyaingi Proton dan Perodua. Mahathir jelaskan jika bagi perusahaan mana saja yang ingin terlibat dalam proyek mobil baru harus siap dan berkomitmen demi hasilkan mobil berkualitas.

“Kalau proposal itu memang bagus, kami jelas harus memberikan kesempatan kepada mereka. Namun, kami tidak ingin memberikan lisensi kepada orang-orang yang akan menjual kepada pihak lain. Hal ini adalah sesuatu yang akan dihentikan oleh pemerintah ini,” jelas Mahathir. Awan Jakarta. YPWS.