Masjid Arizona Dipenuhi Ratusan Umat Kristen dan Yahudi

- Masjid Arizona Dipenuhi Ratusan Umat Kristen dan Yahudi
Masjid Arizona Dipenuhi Ratusan Umat Kristen dan Yahudi. usatoday

Berita Internasional: Sebuah masjid di Arizona, Amerika Serikat, yang didemonstrasi oleh sejumlah warga lokal pada pekan lalu, dipenuhi oleh ratusan umat Kristen, Yahudi, Hindu, dan Sikh pada Senin (01/06/2015).

Komunitas lintas iman di Arizona berkumpul di Islamic Community Center (ICC) of Phoenix untuk menunjukkan solidaritasnya terhadap rumah ibadah umat Islam tersebut. Mereka dengan akrab menggelar doa bersama untuk menunjukkan bahwa masjid itu adalah “tempat penuh cinta” dan bukannya sumber kebencian.

“Ada gerakan untuk memecah belah dan memisahkan komunitas kami, tapi kami ingin menunjukkan bahwa kami lebih kuat jika bersatu. Kami adalah satu, meski memiliki perbedaan,” ujar Pendeta Erin Tamayo, direktur eksekutif Arizona Faith Network, organisasi yang berinisiatif menggelar acara doa bersama itu.

Dikabarkan, acara itu diselenggarakan oleh lebih dari 20 kelompok agama dan diikuti oleh lebih dari 200 orang. Mereka berkumpul, berorasi, dan juga membagikan bunga mawar. Mereka mau menunjukkan bahwa masjid itu adalah rumah “perdamaian dan cinta”.

Usama Shami, Presiden Islamic Community Center Phoenix, mengatakan bahwa ia banyak menerima telepon dan email berisi dukungan. Bukan hanya dari para tetangga, namun dukungan datang dari seluruh dunia.

Sempat didemo gang bermotor

“Ini menunjukkan bahwa orang-orang fanatik, mereka yang menyebarkan kebencian adalah oknum-oknum tertentu. Banyak orang memeluk agama berbeda, tetapi ketika berbicara soal kebebasan beragama, komunitas-komunitas agama akan berdiri bersama dan saling mendukung,” sambut Shami.

Shami sangat tersentuh oleh dukungan Gereja Orangewood, sebuah komunitas Kristen yang terletak di kurang dari 1 kilometer dari masjid itu. Alih-alih tenggelam dalam kebencian yang menjerat sebagian orang, hubungan antara dua komunitas ini malah semakin erat selama beberapa tahun terakhir dan pernah menggelar acara bersama untuk memperingati 10 tahun serangan 11 September.

“Mereka adalah teman-teman saya, tetangga saya. Dan saya sama sekali tidak ragu bahwa jika saya berada dalam posisi mereka, maka mereka akan membantu saya,” tegas Adam Estle dari Gereja Orangewood.

Perlu diketahui, sebelumnya pada pekan lalu sebuah kelompok gang motor sempat berdemonstrasi di luar ICC Phoenix. Mereka mengintimidasi sambil membawa senjata api serta menolak masjid itu dan menyebarkan pesan-pesan kebencian terhadap umat Islam. Awan Jakarta. YPWS. Reuters/The Huffington Post.