Media Dunia Ramai-ramai Sorot Potensi Gunung Agung Meletus

Media Dunia Ramai-ramai Sorot Potensi Gunung Agung Meletus
Media Dunia Ramai-ramai Sorot Potensi Gunung Agung Meletus

Awanjakarta.com – Media dunia ramai-ramai ikut menyorot potensi Gunung Agung Meletus di Bali. Keprihatinan ikut disampaikan dengan beragam tajuk berita.

Status Gunung Agung sendiri sudah meningkat ke Level IV atau tertinggi, ikut menandakan erupsi kemungkinan besar akan terjadi dalam waktu tak bisa ditentukan. Pemerintah daerah setempat sudah memerintahkan agar seluruh orang yang berada dalam radius 12 Km untuk segera mengungsi, menjauh dari lokasi gunung vulkanik tersebut.

Aktivitas gunung yang pernah meletus dan menewaskan 1.000 orang pada 1963 tersebut kini ikut menjadi perhatian sejumlah media internasional. Letak Gunung Agung yang berada di salah satu destinasi wisata paling populer di dunia ikut menjadi alasan fokus media-media internasional menyoroti kejadian ini.

Kantor berita Jerman, Deutsche Welle (DW) telah mengangkat judul berita bertuliskan, ‘Thousands evacuated after Bali volcano placed on highest alert level’.

“Lebih dari 10.000 warga telah dievakuasi dari pulau wisata Indonesia di Bali setelah otoritas menetapkan status awas (tingkatan tertinggi) erupsi vulkanik pada Gunung Agung. Status awas tersebut bisa berarti, erupsi akan terjadi dalam waktu dekat,” tulis DW.

Sementara kantor berita berbasis di New York Amerika Serikat ikutan menulis artikel berjudul ‘Fearing Eruption, thousands in Bali flee from Mount Agung’.

“Ribuan penduduk desa di pulau wisata Indonesia di Bali, harus mengungsi di gelanggang olahraga, balai desa, dan rumah sanak-saudara, yang terancam akan potensi erupsi Gunung Agung,” tulis NY Daily News yang dikutip pada Minggu (24/09/2017).

The Guardian, media ternama Inggris, ikut membahas mengenai jumlah pengungsi yang bertambah hingga tiga kali lipat dalam berita bertajuk ‘Bali volcano: 34,000 flee Mount Agung as tremor magnitude intensifies.’

Media China atau Tiongkok, Xinhua telah memasang judul berita bertuliskan ‘Residents stay at temporary shelter amid potential volcano eruption in Bali.’

“Warga telah mengungsi di tempat penampungan pada saat mengevakuasi diri dari wilayah yang berbahaya terdampak erupsi Gunung Agung di Bali, Indonesia. Badan vulkanologi Indonesia menetapkan status awas (tertinggi) sejak hari Jumat. Sekitar 10.000 warga telah meninggalkan wilayah terlarang gunung tersebut,” jelas Xinhua.

Potensi Gunung Agung Meletus ikut dibahas media internasional ternama lainnya

The South China Morning Post, media Hongkong, memasang judul ‘Thousands flee their homes as Bali volcano threatens to erupt’.

Media Australia, ABC News, membahas terkait kondisi para pengungsi di tempat penampungan dalam berita yang berjudul ‘Bali volcano: Water shortage at evacuation centre holding thousands fleeing Mount Agung volcano.’

“Otoritas tanggap bencana kini kesulitan untuk menyajikan air bersih dan fasilitas penunjang dasar untuk ribuat pengungsi yang menyelamatkan diri dari potensi erupsi Gunung Agung,” tulis pihak ABC News.

‘Indonesia raises alert for Bali volcano to highest level’, judul salah satu berita media
Malaysia, The Malay Mail Online yang tak mau kalah sampaikan beritanya.

“Indonesia meningkatkan status awas (tertinggi) pada gunung vulkanik di Bali (Gunung Agung), menyusul imbauan darurat atas potensi erupsi yang bisa mengancam perjalanan udara dan turisme,” tulis The Malay Main Online.

Media Australia, Perth Now, menulis judul singkat ‘More tremors as Mt Agung threatens to erupt’.

“Otoritas Indonesia telah menaikkan status awas (tertinggi) pada Gunung Agung. Sejumlah getaran terus bertambah dan saling menyusul pada Sabtu yang lalu,” jelas Perth Now.

Strait Times, media Singapura, pilih sampaikan judul ‘Travel alert on possible eruption of Bali volcano,’ yang berisi travel warning bagi para warga Singapura.

“Warga Singapura dihimbau untuk segera menghindari kawasan Gunung Agung di Bali, Indonesia, setelah status awas (tingkatan tertinggi) ditetapkan, yang berarti potensi erupsi semakin besar terjadi.”

Hingga hari ini proses evakuasi terus berlangsung dan melibatkan banyak elemen bantuan
masyarakat, bukan hanya dari Bali saja, namun termasuk dari luar daerah tersebut. YPWS.