MUI Tanggapi Kabar Misteri Suara dari Langit

- MUI Tanggapi Kabar Misteri Suara dari Langit
MUI Tanggapi Kabar Misteri Suara dari Langit

Berita Internasional: Majelis Ulama Indonesia (MUI) tanggapi kabar misteri suara dari langit. Fenomena suara misterius yang menyebar masih di daratan Eropa, Amerika, dan sudah mencapai Amerika Latin tersebut beberapa pekan ini memang masih menyita perhatian masyarakat luas.

Berita terompet sangkakala berbunyi membuat banyak orang berspekulasi. Tidak sedikit yang menghubungkan suara tersebut dengan ancaman bencana besar yang menimpa umat manusia. MUI sudah menanggapi peristiwa ini, dengan menyatakan suara tersebut bukanlah suara sangkakala Malaikat Israfil penanda kiamat.

Sebenarnya sudah ada penjelasan ilmiah sederhana mengenai suara-suara tersebut meski belum dilengkapi data hasil percobaan yang meyakinkan. Kepala Lapan, Prof Thomas Djamaluddin sebelumnya sudah menjelaskan.

“Suara ini berasal dari bumi, bukan dari luar angkasa. Suara butuh perambat, sementara di luar Bumi itu tidak ada atmosfer. Tidak mungkin suara misterius itu datangnya dari luar angkasa, karena tidak ada perambatnya.”

Sementara itu, juru bicara NASA kepada Tech Times mengatakan, “Jika manusia memiliki antena radio–bukan–telinga, kita akan mendengar sebuah simfoni luar biasa dari suara-suara aneh yang datang dari planet kita sendiri.”

Menurut Islam

MUI (Majelis Ulama Indonesia) melalui Yunahar Ilyas, dalam tayangan Kabar Petang (TV One), menegaskan bahwa suara dari langit tersebut bukanlah tiupan sangkakala.

“Dalam islam, tiupan sangkakala tanda kiamat itu akan terdengar di seluruh dunia. Tiupan pertama akan membuat seluruh makhluk mati, baru tiupan kedua semua makluk akan dihidupkan kembali,” ungkap Yunahar.

Pernyataan ini diperkuat oleh ucapan Ketua Komisi Dakwah MUI, Cholil Nafis. Tiupan sangkakala bukan hanya akan membuat semua makhluk mati, yang belum terjadi saat ini. Tiupan sangkakala juga terdengar di seluruh dunia, bukan hanya bagian bumi tertentu.

“Sehingga makhluk di alam raya ini mati kecuali pilihan Allah. Nah, pada tiupan sangkakala kedua oleh Israfil akan membuat semua makhluk hidup dalam penantian putusan amal, apakah beruntung atau celaka.”

Sangkakala tersebut akan ditiupkan saat keadaan manusia di bumi sudah benar-benar meninggalkan agama mereka dan kejahatan sudah menjadi hal yang biasa. Agama terlebih dahulu tiada sebelum akhirnya kiamat menjelang.

Beberapa kejadian besar akan mendahului terompet sangkakala seperti kehadiran Yajuj dan Majuj, Dajjal, Imam Mahdi, Ad Dukhan, dan kejadian lainnya yang belum diketahui urutan pastinya. Namun semuanya terjadi sebelum tiupan sangkakala.

Saat ini sendiri kondisi menuju saat itu sudah mulai terlihat tanda-tandanya bagi yang berakal. Al-Qur’an tidak lagi dibaca dan dipelajari serta ibadah sholat mulai ditinggalkan. Agama Islam sudah mulai ditinggalkan dan bahkan menjadi permainan bagi sebagian kecil masyarakat saat para ulama satu persatu berkurang karena meninggal dan minat pemuda untuk melanjutkan berkurang.

Menurut Nasrani

Sementara itu, Alkitab mencantumkan sangkakala dalam kitab Wahyu. Pada Wahyu 8:6-21, tertera bahwa malaikat akan meniup tujuh sangkakala. Got Questions mengabarkan, ketika sangkakala pertama dibunyikan, akan terjadi hujan es dan api yang menghancurkan kebanyakan tanaman dalam dunia (Wahyu 8:7). Lalu, pada sangkakala kedua, meteor jatuh ke dalam laut dan memusnahkan kebanyakan makhluk hidup dalam laut (Wahyu 8:8-9).

Saat sangkakala ketiga berbunyi, dampaknya serupa dengan sangkakala kedua. Hanya saja kali ini makhuk hidup di danau-danau dan sungai-sungai, bukan laut, yang akan dimusnahkan. (Wahyu 8:10-11).

Kemudian, pada waktu sangkakala keempat ditiup, matahari dan bulan menjadi gelap (Wahyu 8:12). Pada tiupan sangkakala kelima, wabah “belalang setan” menyerang dan menyiksa umat manusia (Wahyu 9:1-11).

Sangkakala keenam akan melepaskan tentara setan yang membunuh sepertiga umat manusia (Wahyu 9:12-21). Terakhir, sangkakala ketujuh akan memanggil tujuh malaikat dengan tujuh cawan murka Allah (Wahyu 11:15-19; 15:1-8).

Pro dan Kontra di masyarakat

Beberapa penjelasan dari segi ilmu pengetahuan dan agama tidak memuaskan masyarakat Internasional. Pro dan kontra sempat memanas sejak pekan kemarin. Kecenderungan meminta penjelasan lebih disertai bukti ilmiah terus mengemuka. Masyarakat Internasional cenderung menuntut penjelasan yang masuk akal dan bisa dilihat buktinya.

Di Tanah Air sendiri masalah ini juga sempat ramai, meski tidak seheboh pekan sebelumnya. Sebagian besar kemudian menganggap hanya angin lalu kejadian ini dan menilai hanya berita bohong belaka dan bahkan mengecam keras media yang telah mengabarkan kejadian ini. Hanya sedikit yang menanggapi dengan serius.  Awan Jakarta. YPWS.