PBB Tolak Pernyataan Donald Trump Soal Yerusalem Di Palestina

PBB sepakat menolak pernyataan Donald Trump soal Yerusalem di Palestina yang diakui sebagai ibu kota Israel tersebut.
PBB sepakat menolak pernyataan Donald Trump soal Yerusalem di Palestina yang diakui sebagai ibu kota Israel tersebut.

PBB sepakat menolak pernyataan Donald Trump soal Yerusalem di Palestina yang diakui sebagai ibu kota Israel tersebut.

Pihak Dewan Keamanan PBB yang telah menggelar pertemuan darurat pada hari Jumat waktu AS atas permintaan delapan negara anggota untuk membahas pengakuan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahwa Yerusalem ibu kota Israel, menolak klaim Trump tersebut.

Dikabarkan jika Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Nikolai Mladenov, bahkan langsung memperingatkan jika eskalasi kekerasan akibat penyataan Trump soal Yerusalem itu akan meningkat.

“Sekarang ada bahaya nyata dari serangkaian tindakan sepihak yang kita lihat yang akan membuat kita malah tidak bisa mencapai tujuan bersama untuk perdamaian kita,” ujar Mladenov kepada Dewan Keamanan PBB.

Anggota delegasi Prancis ikut menyatakan jika Yerusalem seharusnya bisa menjadi ibu kota untuk dua negara, lewat jalur perundingan. Masalah ini ia nilai sangat istimewa dan memiliki cakupan luas.

“Masalah soal Yerusalem itu sangat istimewa dan cakupannya bisa melebihi dari sekadar wilayah Israel dan Palestina saja,” sambut anggota delegasi Prancis itu.

Dia juga ikut menyatakan jika negaranya, Prancis, tidak mengakui aneksasi sepihak Israel atas Yerusalem Timur. Mereka menganggapnya sebagai bagian dari wilayah yang diduduki. Dia lantas menyerukan penghormatan kepada hukum internasional, perlindungan solusi dua negara dan penghindaran peningkatan aksi kekerasan.

Embed from Getty Images

Pernyataan Donald Trump tak mendapat dukungan

Sementara itu Duta besar Inggris untuk PBB berjanji untuk terus menekan semua pihak untuk menghindari aksi yang bisa merusak perdamaian. Ia sampaikan hal itu sekalian ikut menyatakan jika negaranya hanya mengakui perbatasan-perbatasan Israel-Palestina sebelum Perang 1967 saja.

Ia menyatakan jika Yerusalem Timur adalah merupakan bagian dari wilayah Palestina dan menyatakan tindakan sepihak malah merusak peluang perdamaian langgeng di Timur Tengah. Utusan Inggris tersebut ikut menyebut Trump tak membawa manfaat apapun bagi perdamaian Palestina-Israel.

Duta besar Mesir di PBB menyatakan jika status Yerusalem sebagai kota yang diduduki tidak berubah, dan tidak akan berubah meskipun ada pengakuan sepihak dari AS. Mesir juga menganggap jika pengakuan Trump itu berdampak sangat buruk terhadap proses perdamaian.

“Masyarakat internasional tidak mengakui klaim Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Semua resolusi Dewan Keamanan PBB telah dimentahkan oleh pendudukan Israel di Yerusalem,” tegas delegasi Mesir.

Delegasi Swedia ikut menyatakan jika implikasi masalah Yerusalem jauh melebih wilayah Timur Tengah. Pernyataan Trump dinilai sangat berat sebelah dan bertentangan dengan posisi banyak negara.

“Eropa punya posisi bersama menyangkut Yerusalem sebagai ibu kota dua negara. Kami sama sekali tidak mengakui keputusan Washington yang menganggap jika Yerusalem ibu kota Israel,” ujarnya melalui laman Al-Arabiya. Awan Jakarta. YPWS.