Bisnis Pelat Palsu Kecipratan Dampak Ganjil Genap Asian Games 2018

Berita Asian Games 2018, Ganjil Genap, Asian Games, Mobil
Berita Terkini - Bisnis pelat palsu ternyata ikut kecipratan untung dampak dari penerapan ganjil genap Asian Games 2018. Konsumen yang awalnya hanya bertanya-tanya mulai ramai memesan pelat palsu.

Awanjakarta.com – Bisnis pelat palsu ternyata ikut kecipratan untung dampak dari penerapan ganjil genap Asian Games 2018. Konsumen yang awalnya hanya bertanya-tanya mulai ramai memesan pelat palsu.

Keputusan perluasan pelat nomor ganjil genap di jalan-jalan di Jakarta yang sifatnya sementara untuk menyambut Asian Games 2018 bisa membawa berkah tersendiri bagi jasa pembuat pelat nomor polisi di Jakarta. Maraknya pengguna mobil berburu pelat nomor palsu jelas demi mengelabui petugas di lapangan.

Salah satunya adalah KCK (nama samaran), sosok pemilik jasa pembuatan pelat di Kawasan Kota Bekasi. Dirinya girang karena pesanan melonjak ketika diumumkan pelat nomor ganjil genap jelang Asian Games bulan depan. Konsumen tak lagi hanya sekedar ingin tahu.

“Ya, ada ngerasanya sih emang banyak, dari yang jadi pesan sampai yang hanya mau nanya-nanya doang,” ujar KCK.

Dijelaskan jika sebelumnya untuk pesanan plat mobil biasanya hanya memperoleh satu sampai dua pasang saja dalam beberapa hati. Kini jumlah pemesanan itu mulai naik, paling tidak berjumlah lima pasang dalam satu hari kerja.

Dijelaskan jika setiap satu pasang pelat palsu, konsumen harus menyiapkan dana sebesar Rp130 ribu. Sementara pelat resmi mencapai Rp170 ribu. “Jadi kalau yang Rp130 ribu kosongan saja polos, cuma nomor pelat biasa saja gitu. Kalau sudah deal orangnya bisa ditungguin kok ngerjainnya,” ujarnya sambil sedikit berpromosi.

Pelanggar Ganjil Genap Asian Games 2018 akan segera dikenakan sanksi

Bukan hanya di Jakarta dan Bekasi saja, pemilik jasa pembuatan pelat lainnya di kawasan Cilengsi juga ikut merasa pesanan terhadap dagangan mereka meningkat. Lonjakan permintaan itu diperkirakan hanya bersifat sementara. Sama seperti saat pertama kali sistem ganjil genap diberlakukan di pusat Kota Jakarta beberapa tahun lalu.

“Sekarang sih emang ada terasa lebih banyak, tapi nanti juga normal lagi. Kaya dulu saja pas pertama ganjil genap ada,” ujar IS (nama samaran).

Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah sepakat untuk memperluas sistem ganjil genap di Jakarta selama pesta olahraga Asian Games 2018 berlangsung. Perluasan berupa penambahan penerapan ganjil genap di ruas jalan HR Rasuna Said dan Jalan Metro Pondok Indah (Jakarta Selatan), Jalan Haji Benyamin Sueb (Jakarta Pusat), serta Jalan MT Haryono dan Jalan DI Panjaitan (Jakarta Timur) untuk sistem uji coba ganjil genap.

Ada juga perpanjangan hari menjadi Senin sampai Minggu. Waktu pelaksaanaan diperpanjang mulai pukul 06:00 WIB hingga pukul 21:00 WIB. Pemprov DKI masih melakukan uji coba sampai 31 Juli 2018. Dan setelahnya mulai 1 Agustus bagi pelanggar ganjil genap langsung dikenakan sanksi oleh kepolisian berupa tilang. Awan Jakarta. YPWS.