Polisi Ungkap Alasan Tunda Buka Kasus Artis Ello Pada Media

24
Polisi Ungkap Alasan Tunda Buka Kasus Artis Ello Pada Media
Polisi Ungkap Alasan Tunda Buka Kasus Artis Ello Pada Media

Awanjakarta.com – Polisi akhirnya mengungkap apa alasan pilih menunda buka kasus Artis Ello kepada media. Hal ini sudah menghebohkan dunia Media Sosial juga.

Penyanyi Marcello Tahitoe atau yang lebih dikenal sebagai Ello sendiri sebelumnya telah ditangkap Satnarkoba Jakarta Selatan sejak Minggu (06/08/2017). Yang menjadi pertanyaan netizen adalah terkait berita penangkapan tersebut baru terdengar ke permukaan pada Kamis (10/08/2017).

Kapolres Jakarta Selatan, Kombespol Iwan Setiawan, lantas memberikan alasan mengapa pihaknya memilih untuk terus menunda memberikan informasi kepada media mengenai penangkapan Ello. Ternyata hal itu lebih dipilih karena mereka masih akan coba mengembangkan pemecahan kasus ini.

Setelah pengembangan itulah, pihak polisi akan melakukan pemeriksaan atau kegiatan assesment medis. Untuk melihat seberapa besar ketergantungan Ello terhadap narkotika tersebut.

Hasil pemeriksaan lantas bisa menjadi bahan pertimbangan kepolisian untuk menentukan layak tidaknya anak mendiang Diana Nasution ini untuk menjalani rehabilitasi seperti pengguna lain pada umumnya.

Ello sendiri telah tertangkap tangan membawa paket ganja oleh pihak Satnarkoba Jakarta Selatan di Kompleks Griya Kecapi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Hal ini sontak menambah daftar panjang artis-artis yang tersandung kasus narkoba. Sebelumnya dalam jarak tak lama ada Tora Sudiro, Ridho, Axel Matthew Thomas hingga Pretty Asmara terjerat kasus yang sama.

Ello dan Artis lain jadi target incaran sindikat narkoba

Dalam sebulan terakhir ini, setidaknya sudah ada empat artis yang telah ditangkap aparat hukum akibat penyalahgunaan narkoba. Mulai dari pemain sinetron Amarzoni, Pretty Asmara, Tora Sudiro, dan yang terakhir Marcello Tahitoe alias Ello.

Benny Mamoto selaku pegiat antinarkoba menyebutkan jika ada sejumlah faktor yang menyebabkan kalangan artis menjadi pihak yang rentan untuk terjerat mengonsumsi narkoba. Ia memisalkan, menggunakan narkoba untuk meningkatkan rasa percaya diri.

“Orang yang tadinya bukan apa-apa lantas menjadi populer. Karena kurang percaya diri atau tidak siap, jadi mereka pake ganja biar lebih pede,” jelas Benny Mamoto di Jakarta, Kamis (10/08/2017).

Jam kerja yang terlalu banyak juga ikut andil sehingga membuat artis merasa kelelahan. Narkoba lantas mereka gunakan untuk membuat stamina tetap terjaga. Tingkat stres yang tinggi juga bisa ikut menjadi pemicu sejumlah artis menggunakan narkoba.

“Ada juga yang stres karena sudah tidak laku lagi atau stres karena di-bully di media sosial,” lanjut eks Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) tersebut.

Cukup klise, para artis yang terjerumus tersebut memakai narkoba umumnya karena mendapat pengaruh jelek dari temannya.

“Stres bisa membuat artis mencari pelarian yang salah seperti konsumsi narkoba misalnya. Hal itu biasa karena diajari temannya juga,” ungkap Benny.

“Artis itu menjadi panutan. Tren anak muda akan mengikuti artis idolanya mulai cara berpakaian, tempat makan, hingga semua hal negatif juga mungkin ditiru,” sebut Benny.

Benny lantas mengimbau agar masyarakat harus bisa lebih selektif lagi. Jangan sampai mengidolakan kelakuan negatif dari artis tersebut. Lebih baik terinspirasi oleh prestasi mereka. Meski artis saat ini cukup irit yang berprestasi, namun bukan tidak ada.

“Kalau kehidupan artisnya tidak benar ya jangan diikutin. Gemari itu jika suaranya kalau dia penyanyi atau aktingnya dalam bermain film,” pungkasnya

Yuk kita jaga diri dan keluarga tercinta dari pengaruh narkoba. Tingkatkan kepedulian terhadap sesama. YPWS.