Polisi Jepang Gerebek Kantor Kelompok Gangster Yakuza

Polisi Jepang Gerebek Kantor Kelompok Gangster Yakuza

Awanjakarta.com – Polisi Jepang gerebek satu kantor kelompok gangster Yakuza yang terkenal di dunia kelam kriminalitas. Penggerebekan tersebut dikabarkan terjadi di salah satu wilayah di Kota Tokyo yang ramai.

Polisi Jepang pada hari Rabu (30/01) menggerebek kantor kelompok gangster yakuza di Tokyo yang diasosiasikan dengan seorang pria. Buruan mereka dicari karena tuduhan pembunuhan dan pelanggaran hukum pengendalian senjata api.

Masaru Abe, 56, seorang anggota kelompok di bawah sindikat kejahatan Sumiyoshikai, dicari sehubungan dengan penembakan fatal di distrik hiburan Kabukicho di ibukota awal bulan ini. Kejadian kriminal sendiri sangat jarang terjadi di Jepang, wajar jika insiden ini menyita perhatian publik.

Kelompok Gangster Yakuza masih punya pengaruh

Korban, Lee Hung Jong, 65, yang ditemukan tak sadarkan diri di dalam tempat karaoke dengan tiga luka tembak pada 21 Januari, adalah anggota kelompok terpisah di bawah Sumiyoshikai lebih dari 20 tahun yang lalu. Lee diyakini telah berkenalan dengan Abe, sesuai penyelidikan polisi.

Abe lantas diduga telah melarikan diri dari tempat kejadian dengan mengendarai sepeda motor sebelum naik sebuah van dan dibawa ke Prefektur Saitama selatan, yang masih bertetangga dengan Tokyo. Abe diduga menembak Lee dari jarak dekat di dalam sebuah kamar di lantai lima tempat karaoke di Kabukicho sekitar pukul 6:30 malam pada 21 Januari.

Pihak Kepolisian sendiri masih akan terus melakukan pengejaran. Mereka ingin sesegera mungkin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat terkait masalah keamanan. Dunia wisata negara tersebut juga memerlukan rasa aman kembali tercipta untuk menambah pemasukan negara.

Daerah ini sendiri sudah dikenal selalu menampung sejumlah gangster yakuza dan juga merupakan area komersial yang populer di kalangan pengunjung asing. Kelompok Yakuza sendiri saat ini sudah tak sebesar seperti di era 80 dan 90-an akhir. Ruang gerak mereka terus diperkecil oleh pemerintah Jepang. Meski begitu, pengaruh mereka masih tetap ada. Awan Jakarta. YPWS.