Racun Anti-Zika Malah Membunuh Jutaan Lebah di Amerika Serikat

Racun Anti-Zika Malah Membunuh Jutaan Lebah di Amerika Serikat

 

Racun Anti-Zika secara mengenaskan malah membunuh jutaan ekor lebah di Amerika Serikat. Jumlah lebah yang mati juga tidak main-main, mencapai angka 2,5 juta ekor.

Usaha mati-matian meredam perluasan paparan virus Zika dengan penyemprotan racun saraf anti-virus Zika dikabarkan memang malah berujung pada mematikan bagi lebah di Amerika Serikat, sesuai rilis “The Guardian”, Senin (05/09/2016).

Racun serangga itu, yang disebarkan lewat pesawat pada awal pekan lalu di negara bagian Carolina Selatan, secara mengenaskan menyebabkan kematian ribuan lebah madu di dekat sarang mereka. Dalam video unggahan perusahaan peternakan lebah “Flowertown” diperkirakan lebah madu mati itu mencapai 2,5 juta ekor.

The Guardian juga mengabarkan bahwa Andrew Macke selaku orang yang menggeluti hobi pengembiakan lebah menyatakan bahwa ribuan lebahnya mati tersebut sebagai hal yang sangat tidak masuk akal. “Apakah kita sudah gila? Menyemprotkan racun dari langit?” katanya di Facebook.

Usaha melibatkan lebah dan penyerbukan di Amerika Serikat sendiri menyumbang 29 miliar dolar terhadap pendapatan dari pertanian. Jelas masalah ini menyebabkan banyak yang merugi.

Menurut Dr Mike Weyman, Kepala Departemen Regulasi Pestisida Universitas Clemson, di South Carolina ada peraturan yang sangat keras dalam upaya melindungi lebah. Tapi pejabat pemerintahan setempat menggunakan “neurotoxin” Naled dengan alasan mengatasi yang disebut sebagai “bencana kesehatan umum”.

Di Carolina Selatan sendiri sudah tercatat ada lebih dari 36 orang yang positif terpapar virus Zika, dan pemerintah mengutamakan segala upaya untuk mencegah penularan lokal virus itu lewat gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Meski masih mengusahakan, namun keputusan untuk membunuh nyamuk pembawa virus Zika ini justru membunuh banyak lebah.

“Yang kami sangat khawatirkan sekarang bukan hanya matinya lebah, tapi kemungkinan kematian atau sterilisasi genetik terhadap lebah yang berhasil selamat dari penyemprotan pertama ini,” sambut Jennifer Holmes, Wakil Presiden Asosiasi Peternak Lebah Florida yang juga punya bisnis sebuah perusahaan ternak lebah dengan 300 koloni di kawasan utara Palm Beach.

Pada Februari 2016, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut virus Zika, yang berpeluang menyebabkan kelainan kelahiran berupa ukuran kepala lebih kecil daripada bayi normal (mikrosefali), telah menjadi ketakutan orang diseluruh dunia.

Zika pertama kali ditemukan di monyet di Uganda pada 1947, paparannya terhadap manusia ditemukan menyebar di beberapa negara sejak 1952, termasuk Thailand, India, Indonesia, Malaysia, Vietnam, dan Pakistan. Awan Jakarta. YPWS.