Ratusan Warga Pekanbaru Menggelar Sholat Minta Hujan

Ratusan Warga Pekanbaru Menggelar Sholat Minta Hujan
Ratusan Warga Pekanbaru Menggelar Sholat Minta Hujan. lacak

Berita Nasional: Ratusan warga Pekanbaru menggelar Sholat “Istisqa” untuk memohon berkah diturunkannya hujan. Sholat di halaman kantor Gubernur Riau, di Kota Pekanbaru, Senin (13/07/2015).

Dengan mengenakan baju muslim warna putih, ratusan warga terlihat khusyuk mengikuti Salat Istisqa. Sebagian besar jamaah didominasi oleh pejabat serta PNS dilingkungan Pemprov Riau.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Prof. Dr. Muhammad Nazir Karim sebagai imam, sedangkan Khatib adalah Ustaz Khalid Abdus Somad.

“Ini adalah salah satu cara memohon pada Allah SWT karena kita memasuki musim panas dan kekeringan yang memicu kebakaran. Kita bersama-sama mohon pertolongan agar ada berkah berupa hujan, sambil terus melakukan upaya pemadaman,” ujar Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman.

Arsyadjuliandi Rachman atau yang akrab disapa Andi Rachman ini meyakini ikhtiar yang diiringi doa bisa menghasilkan hasil yang maksimal. Andi menyadari beragam usaha pemadaman kebakaran lahan dan hutan ada yang berhasil maupun tidak, sehingga masih timbul peluang polusi asap semakin banyak.

“Semoga doa kita dikabulkan oleh Allah SWT agar bisa segera turun hujan,” harap Andi Rachman.

Andi tak lupa menghimbau agar pemerintah daerah lainnya juga ikut mengajak masyarakatnya menggelar Salat Istisqa di daerah mereka masing-masing. “Saya melihat sudah ada daerah lainnya yang melakukannya, ” kata Andi Rachman.

Sementara itu, Muhammad Nazir mengatakan bahwa Sholat Istisqa merupakan bagian dari Syariat Islam bagi umat Islam apabila terjadi kekeringan akibat tidak turunnya hujan.

“Himbauan ini dilakukan agar masyarakat muslimin menyadari sepenuh hati bahwa kekeringan akibat tiedak turunnya hujan adalah musibah dan merupakan teguran dari Allah SWT,” kata Muhammad Nazir.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bertobat kepada Allah atas segala dosa yang pernah diperbuat. Baik itu dosa Maksiat, Fasya, mungkar, kezaliman, dan dosa lainnya.

Potensi kebakaran

Hingga kini kabut asap masih menyelimuti udara Kota Pekanbaru meski terlihat mulai menipis. Seiring dengan itu, kondisi udara kini terlihat sedikit membaik karena alat pengukur indeks standar pencemar udara (ISPU) menunjukan kualitas dalam level “Sedang”.

Sugarin, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, mengatakan jarak pandang di Pekanbaru pada pukul 07.00 WIB mencapai lima kilometer dan diselimuti asap sisa kebakaran.

Pantauan Satelit Terra dan Aqua menunjukan masih ada 12 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau. Titik panas terbanyak berlokasi di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu masing-masing empat titik, Kampar dua titik, dan Kuantan Singingi dan Kota Dumai masing-masing satu titik.

“Secara umum kondisi cuaca Riau cerah berawan, peluang hujan dengan intensitas ringan tidak merata pada malam dini hari terjadi di wilayah Riau bagian Selatan, Tengah, Timur dan Pesisir Timur,” jelas Sugarin.

Meski kabut menipis, potensi kebakaran masih tinggi karena temperatur udara maksimal mencapai 34,5 derajat Celcius dan kelembaban 95 persen. Secara umum angin bertiup dari arah Tenggara hingga Barat Daya dengan kecepatan 05-15 knots atau setara 09-29 kilometer per jam.

Berdasarkan data Satgas Siaga Bencana Asap Riau, luas kebakaran sejak Juni sudah mencapai lebih dari 1.000 hektare. Upaya pemaadaman terus dilakukan melalui pemadaman lewat pasukan gabungan di darat, helikopter bom air dari BNPB dan perusahaan swasta, serta penyemaian awan dalam teknologi modifikasi cuaca untuk hujan buatan. Awan Jakarta. YPWS. Antara.