Sediakan Pertalite Bisa Membuat Pertamina Melanggar Hukum?

- Sediakan Pertalite Bisa Membuat Pertamina Melanggar Hukum?

Berita Nasional Terkini: Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menyiapkan Pertalite dengan RON 90 yang rencananya mulai diniagakan pada Mei ini. Namun rencana tersebut malah berpeluang melanggar hukum.

Ya, rencana perusahaan plat merah untuk menyediakan Pertalite kini menuai kritik. Ahmad Safrudin, Executive Director Komite Penghapusan Bensin Bertimbal, mengatakan, langkah Pertamina memasarkan Pertalite malah melanggar hukum.

“Produksi dan pemasaran Pertalite 90 inkosistensi terkait beberapa peraturan perundangan di Indonesia. Persyaratan standar ini adalah besin RON 91 dan solar minimal Cetane Number 51,” ujarnya.

Ditambah, hadirnya Pertalite tidak sejalan dengan UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, jo PP No 41/1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dan jo Kepmen KLH No 141/2003 tentang Standar Emisi Kendaraan Tipe Baru dan Current Procution, yang mengacu pada standar emisi Euro 2 sejak 1 Januari 2007.

Hadirnya Pertalite juga ia klaim bertentangan program Blue Sky yang menargetkan penurunan Emisi Rumah Kaca sebesar 41 persen pada 2020.

Hadirnya bensin yang tidak memenuhi standar emisi yang ditetapkan pun berimbas pada konsumen. Ahmad Safrudin menjelaskan, konsumen tidak memperoleh jaminan pasokan BBM yang sesuai dengan vehicle engine technology requirement.

“Kebijakan ini juga missleading dan cenderung menjadi pembohongan publik serta perbuatan melawan hukum karena memasok Premium without premium quality,” pungkasnya. Awan Jakarta. YPWS.