Semua Jembatan di Pantura Akan Diaudit Sebelum Mudik Lebaran

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, memastikan jika pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menindaklanjuti usulan Polri untuk mengaudit semua jembatan di Pantura atau yang ada di Pulau Jawa, sebelum arus mudik Lebaran Juni 2018 mendatang.
Berita Terkini - Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, memastikan jika pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menindaklanjuti usulan Polri untuk mengaudit semua jembatan di Pantura atau yang ada di Pulau Jawa, sebelum arus mudik Lebaran Juni 2018 mendatang.

Awanjakarta.com – Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Setyo Wasisto, memastikan jika pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menindaklanjuti usulan Polri untuk mengaudit semua jembatan di Pantura atau yang ada di Pulau Jawa, sebelum arus mudik Lebaran Juni 2018 mendatang.

Audit tersebut dilakukan demi bisa memastikan seluruh jembatan aman dilalui pemudik, sekaligus mengantisipasi tidak akan ada insiden jembatan ambruk seperti yang telah terjadi di Tuban, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

“Iya, saya sudah mengusulkan ke Kementerian PUPR dan sudah direspon juga untuk audit,” ujar Setyo di kawasan Monas, Jakarta, Minggu (22/04/2018).

Setyo juga mengatakan jika Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono, sudah merespon usulan Polri semua jembatan di Pantura akan diaudit itu dan akan menindaklanjutinya dalam waktu dekat. Ia juga meminta agar pihak PUPR dapat dengan cepat menyelesaikan audit tersebut dan dapat dinyatakan aman sebelum musim mudik lebaran tiba nantinya.

“Menteri PUPR sudah merespon bahwa sebelum lebaran semoga sudah diaudit semua dan dinyatakan aman untuk dilalui,” kata Setyo.

Semua Jembatan di Pantura wajib dipastikan keamanannya

Setyo juga mengatakan jika prioritasnya adalah jembatan yang melintasi kawasan Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa harus dipastikan keamanannya. Ia beralasan karena jalur itu sangat padat dilalui oleh pemudik saat musim mudik lebaran tiba setiap tahunnya.

Berdasarkan data tahun 2017, sebanyak lebih dari tiga juta kendaraan melintas dari arah barat ke timur di jalur Pantai Utara. Jumlah tersebut kemudian lebih didominasi roda dua yang mencapai lebih dari 2,6 juta unit. Sedangkan kendaraan roda empat berjumlah lebih dari 394 ribu unit.

Insiden ambruknya Jembatan Widang sendiri telah menewaskan dua orang dalam truk yang sedang melintas pada Selasa (16/04/2018) silam. Insiden ini juga mengakibatkan tiga unit truk dan satu unit sepeda motor terjebur ke Sungai Bengawan Solo.

PUPR lantas menaksir jika kerugian materiil akibat ambruknya jembatan Widang mencapai angka Rp40 miliar. Angka Rp40 miliar tersebut diperoleh dari kajian awal di tengah upaya tim Kementerian PUPR yang melakukan investigasi.

Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Iwan Zarkasi, mengatakan jika berdasarkan laporan yang masuk ke kementerian PUPR jembatan tersebut sudah tidak bisa menampung beban yang terlalu berat. Wajar jika Semua Jembatan di Pantura wajib dipastikan keamanannya.

“Setiap jembatan itu punya karakteristik yang tidak sama. Masalah overload ini baru indikasi, tentu perlu dilakukan investigasi lebih dalam lagi,” ujar Direktur Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Iwan Zarkasi. Awan Jakarta. YPWS.