Spanyol Ultimatum Catalunya Batalkan Rencana Kemerdekaan

Spanyol Ultimatum Catalunya Batalkan Rencana Kemerdekaan
Spanyol Ultimatum Catalunya Batalkan Rencana Kemerdekaan

Awanjakarta.com – Spanyol telah mengultimatum Catalunya untuk segera membatalkan rencana kemerdekaan mereka jika tidak ingin mendapat reaksi balasan. Hal ini kian memanaskan situasi yang ada di sana.

Catalunya sendiri adalah salah satu wilayah terkaya di Spanyol, namun sejumlah perusahaan telah mengumumkan akan memindahkan kantor pusatnya ke luar wilayah mereka sebagai tanggapan terhadap krisis yang terjadi di sana saat ini.

Pemerintah mereka telah diberikan waktu delapan hari untuk membatalkan rencana kemerdekaan mereka. Pembatasan waktu tersebut bahkan disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy.

“Kabinet telah sepakat untuk meminta pemerintah Catalunya untuk mengkonfirmasi apakah telah menyatakan independensi, terlepas dari kebingungan yang disengaja dibuat mengenai pelaksanaannya,” tegas Rajoy dalam pidato di televisi beberapa waktu yang lalu.

Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, kemudian mengatakan kepada parlemen Spanyol bahwa pemerintah yang lagi bermasalah itu kini memiliki waktu hingga hari Senin pekan depan tanggal 16 Oktober pukul 08.00 untuk menjawabnya dengan sejelas mungkin.

Embed from Getty Images

Catalunya diminta kejelasan sikapnya

Reuters lantas mengabarkan jika Rajoy mungkin akan mengadakan pemilihan regional yang cepat setelah mengaktifkan Pasal 155 undang-undang dasar yang memungkinkan dia untuk dengan tegas memecat pemerintah daerah Catalunya.

Pemimpin Katalunya, Carles Puigdemont, pada awal pekan ini telah mengeluarkan deklarasi simbolis kemerdekaan dari Spanyol, namun ia segera menangguhkannya dan meminta perundingan dengan pemerintah Madrid.

Sebelumnya, Wakil Perdana Menteri Spanyol, Soraya Saenz de Santamaria, sempat menggambarkan jika Puigdemont sebagai sosok yang “tidak tahu di mana dia berada dan akan kemana dia akan melangkah”. Sementara, Menteri Kehakiman Spanyol, Rafael Catala menegaskan kembali sikap pemerintah Spanyol bahwa referendum itu ILEGAL dan hasilnya juga dianggap tidak sah.

Warga Catalunya di Barcelona yang lebih mendukung kemerdekaan sendiri menyambut positif isi pidato awal Puigdemont, tetapi banyak juga yang kecewa setelah mendengar sikap Puigdemont yang menunda tindakan lanjutan dari penandatanganan deklarasi kemerdekaan yang mereka inginkan.

Referendum itu sendiri sebelumnya diikuti oleh sekitar 43% dari total pemilih dan dari angka tersebut lebih dari 90% mendukung kemerdekaan Catalunya. Proses pemungutan suara itu sendiri sempat juga dihalang-halangi aparat kepolisian Spanyol, sempat diwarnai aksi kekerasan yang kemudian menyulut protes kelompok pendukung kemerdekaan di sana. YPWS.