Taiwan Tak Takut Gertakan Patroli Keliling Pulau Militer China

Pihak negara Taiwan ternyata sama sekali tidak takut dengan gertakan aksi
Pihak negara Taiwan ternyata sama sekali tidak takut dengan gertakan aksi "Patroli Keliling Pulau" yang diperlihatkan oleh militer China.

Pemerintahan Taiwan menyatakan jika mereka tetap percaya diri dengan pertahanannya dan klaim sanggup merespons cepat latihan “patroli mengelilingi pulau” yang sudah dilakukan angkatan udara China dalam pekan ini. Mereka juga mengecam latihan tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab.

Tak tinggal diam, juru bicara kepresidenan Taiwan bernama Alex Huang telah mengatakan jika kementerian pertahanan sudah memantau patroli itu dan merespons dengan cepat dan pantas. Taiwan “bisa memastikan tidak ada kekhawatiran sama sekali terkait masalah keamanan nasional, dan orang-orang bisa tetap tenang,” ujar Huang melalui rilis Reuters, Kamis (14/12/2017).

Ia juga menegaskan jika kedua sisi dari Selat Taiwan bertanggung jawab atas keamanan dan stabilitas kawasan. Ia juga meyakini jika apa yang dilakukan oleh negara kuat tersebut tidak disukai oleh masyarakat internasional.

“Peningkatan postur militer seperti yang bisa berdampak dan mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan serta hubungan lintas selat seperti itu tidak memberikan rasa bertanggung jawab, dan masyarakat internasional tidak menyukai hal seperti itu,” lanjut Huang lagi.

Bukan hanya menganggap negara tersebut sebagai bagian dari wilayahnya, China juga hingga kini tidak pernah mengilangkan kemungkinan menggunakan cara paksa untuk mengendalikan pulau tersebut. Otomatis hubungan kedua negara semakin tidak harmonis.

Embed from Getty Images

Taiwan ‘Digertak’ patroli pesawat China

Sebelumnya, ketegangangan terus meningkat beberapa hari terakhir setelah seorang diplomat senior China dengan berani mengancam negaranya akan menginvasi Taiwan jika ada kapal perang AS yang berani berlabuh di sana.

Pada hari Senin (11/12/2017), jet tempur China telah melakukan “patroli mengelilingi pulau” di sekitar wilayah negara kecil tersebut. Media pemerintah lantas menunjukkan gambar-gambar pesawat pengebom yang membawa peluru kendali penjelajah di bawah bentangan sayap yang ia bawa. Hal ini cukup memberikan daya tekanan tersendiri bagi Taiwan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, keesokan harinya menandatangani Akta Otorisasi Pertahanan Nasional untuk tahun anggaran 2018, yang mengizinkan semua kapal perang AS dan negara tetangga China tersebut bisa saling mengunjungi pelabuhan satu sama lain.

Dikabarkan jika kunjungan seperti itu memang sudah lama tidak dilakukan sejak pihak Amerika memutus hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan pada 1979 dan membangun hubungan dengan pihak China. Awan Jakarta. YPWS.