Televisi Dari Analog Menuju Digital

Televisi Dari Analog Menuju Digital

Awanjakarta – TV digital merupakan TV yang sistem kepenyiarannya menggunakan teknologi modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio dan data ke pesawat TV.

Ada beragam faktor yang membentuk pengembangan teknologi ini, di antaranya seperti perubahan lingkungan eksternal, pasar TV analog yang sudah mulai jenuh, keluhan dari masyarakat tentang adanya noiseghostpada TV analog, dan juga dipengarungi karena adanya kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel (cable television).

TV digital atau penyiaran digital mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan siaran TV analog. Berbagai macam keunggulan itu antara lain:

  1. Tampilan audio dan visual High Definition yang 5-6 kali lebih halus dibanding TV analog.
  1. Kemampuan memproduksi suara yang lebih mendekati sumber aslinya.
  1. Memiliki kemampuan untuk merekam dan mengedit siaran.
  1. Satu saluran dapat diisi lebih dari lima program yang berbeda.

Guna mendukung penerapan sistem siaran TV digital, Indonesia melalui Menkominfo mengeluarkan keputusan menteri No. 27/P/M.Kominfo/08/2008. Isinya tentang uji coba Lapangan Penyelengaraan Siaran Televisi Digital, teknologi digital yang akan digunakan adalah sistem siaran Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T).

Sistem siaran ini diklaim memiliki banyak kelebihan dibandingkan siaran TV analog seperti tahan terhadap efek interferensi, kualitas gambar tinggi, tanpa noise dan ghost, interaktif, memiliki EPG (elektronic program guide).

Selain itu, dari segi efisiensi TV digital juga unggul dalam hal efisiensi bandwidth, efisiensi network transmission, serta efisiensi konsumsi power. Dengan berbagai macam keunggulan ini, TV digital dengan sistem siaran DVB-T dipercaya sangat tepat untuk diadaptasi di Indonesia yang jumlah penduduknya sangat besar serta beraneka ragam budaya. YLWS.