Tentara Korut Nekat Terobos Perbatasan Demi Kejar Pembelot

Tentara Korut Nekat Terobos Perbatasan Demi Kejar Pembelot
Tentara Korut Nekat Terobos Perbatasan Demi Kejar Pembelot

Korea Utara (Korut) dikabarkan melanggar perjanjian perbatasan karena tentara korut nekat menerobos Garis Demarkasi Militer (MDL) saat sengit mengejar salah satu anggota yang berupaya membelot ke Korea Selatan pekan lalu.

“Temuan utama dari tim penyelidikan khusus kali ini adalah adanya tentara Korut yang melanggar perjanjian gencatan senjata karena pertama, menembakkan senjata melewati MDL, dan kedua, melintasi MDL selama beberapa saat,” jelas Direktur Hubungan Masyarakat Komando PBB (UNC), Chad Carroll, Rabu (22/11/2017).

Chad Charroll menyampaikan melalui Reuters, UNC sudah memberikan notifikasi kepada Korut bahwa salah satu tentara mereka melanggar perjanjian gencatan senjata yang disepakati untuk mengakhiri perang Korea pada 1953.

Charroll menambahkan jika pelanggaran kali ini bisa terpantau dari pemeriksaan rekaman kamera CCTV UNC di perbatasan Korsel dan Korut. Dalam beberapa cuplikan tersebut, terlihat tentara yang membelot mengendarai kendaraan militer menuju perbatasan, melewati pos penjagaan, hingga akhirnya terhimpit di parit.

BACA JUGA: Kim Jong Un Ancam Mati Pesepakbola Korut?

Tentara Korut yang membelot dapat luka tembak

Ketakutan, tentara itu kemudian terus berlari menuju garis perbatasan dengan Korsel. Salah satu tentara kemudian mengejar ke arah perbatasan dan selama beberapa detik terlihat mereka telah melewati MDL, sementara personel lainnya berupaya menembaki anggota yang kabur tersebut.

Meski begitu, dikabarkan jika video itu tidak memperlihatkan saat pembelot itu diberondong peluru oleh rekan-rekannya sendiri. Tiga tentara Korsel, termasuk wakil komandan unit keamanan perbatasan, lantas merangkak di tengah semak belukar untuk menyelamatkan tentara Korut yang membelot tersebut bak adegan di film laga yang menegangkan.

Tentara yang tidak disebutkan namanya itu kemudian buru-buru dibawa ke rumah sakit menggunakan bantuan helikopter untuk menyingkat waktu. Menurut sejumlah pejabat medis, setidaknya ada sekitar 40 luka tembak di tubuh tentara itu.

Dikabarkan jika setelah menjalani perawatan intensif, pihak rumah sakit menyatakan bahwa tentara itu kini sudah kembali sadarkan diri dan dinyatakan selamat. Hal ini bukan pertama kalinya terjadi dan kerap menyebabkan ketegangan diperbatasan antara kedua negara yang sejatinya masih belum berdamai tersebut. Awan Jakarta. YPWS.