Tren Wisata 2019 Lebih Banyak Liburan Menjauhi Keramaian

Berita Terkini - Tren Wisata 2019 mulai diprediksi akan lebih banyak orang yang liburan dengan jauhi keramaian.
Berita Terkini - Tren Wisata 2019 mulai diprediksi akan lebih banyak orang yang liburan dengan jauhi keramaian.

Awanjakarta.com – Tren Wisata 2019 ternyata akan lebih banyak orang yang memilih liburan dengan menjauhi keramaian. Ada hal lain yang akan mewarnai tren pariwisatan di tahun 2019 mendatang yang tak kalah menarik lainnya.

Tahun 2019 yang tak lama lagi akan tiba memberikan rasa santai tersendiri. Jelang pergantian tahun, beragam sektor mulai membuat survei untuk bisa menentukan tren atas nama inovasi dan kreasi yang perlu diperhatikan publik.

Tren ini berlaku juga di dalam ranah pariwisata, karena memang banyak hal yang harus mengikuti perkembangan zaman dan perilaku konsumen demi logika industri. Pendapatan dari dunia yang satu ini bisa sangat besar bagi para pelaku usahanya.

Mengutip rilis Lonely Planet, berikut adalah beberapa tren wisata yang akan digemari tahun 2019 mendatan:

  • Menjauhi keramaian. Overtourism yang kadung terlalu mewabah sejumlah destinasi wisata dunia, menjadi alasan kenapa banyak yang akan menjauhi keramaian hingga menjadi tren wisata terbesar di tahun 2019. Wisata di musim tanggung atau shoulder season, atau memilih tujuan wisata yang belum banyak diketahui akan dilakukan wisatawan.
  • Perjalanan darat dengan gunakan kendaraan listrik. Kendaraan berdaya listrik tak asing lagi digunakan orang. Beberapa lokasi di dunia sudah menyediakan area pengisian daya listrik untuk kendaraan. Bukan hanya ramah lingkungan, perjalanan darat dengan kendaraan berdaya listrik bisa jadi pengalaman wisata beda dari yang berbeda.
  • Wisata teknologi canggih. Kemunculan teknologi Virtual Reality (VR) sering membawa pertanyaan akan masa depan pariwisata. Akibat kecanggihan kacamata virtual yang bisa sajikan pemandangan 360 derajat pemandangan dunia di depan mata, banyak yang mengira kegiatan wisata bisa perlahan digantikan dengan teknologi seperti ini. Hal ini dicontohkan oleh National Museum of Natural History, Washington, Amerika Serikat. Teknologi VR digunakan untuk melihat aksi tengkorak yang dipamerkan di kehidupan
    nyata era prasejarah.
  • Penasaran akan penelusuran leluhur. Beberapa tahun terakhir tes DNA jadi populer dilakukan warga dunia. Bukan hanya bisa analisa kemungkinan penyakit di kemudian hari, silsilah leluhur yang begitu detil juga bisa didapati melalui tes. Penasaran terhadap asal-usul diri akhirnya berujung pada penjelajahan leluhur melalui wisata.
  • Wisata menyaksikan bintang. Hamparan bintang di malam hari jarang sekali ditemui di perkotaan. Tingginya polusi udara jelas jadi biang keroknya. Meski begitu, banyak tujuan wisata di pelosok dunia yang masih dihiasi bintang saat malam hari.

Untuk wisata menyaksikan bintang, beberapa lokasi seperti Gurun Atacama di Chile dan Observatorium Pic du Midi di Perancis, sering dijadikan destinasi meyaksikan bintang. Sementara di Indonesia sendiri daerah seputar pantai dan pegunungan yang memiliki hamparan dataran luas bisa juga menjadi alternatif untuk wisata. Awan Jakarta. YPWS.