Vincent Guerend: Uni Eropa Sepakat Kecam Amerika Soal Yerusalem

Vincent Guerend selaku Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, tegaskan jika Uni Eropa sepakat kecam Amerika Serikat soal Yerusalem.
Vincent Guerend selaku Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, tegaskan jika Uni Eropa sepakat kecam Amerika Serikat soal Yerusalem.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guerend, memang telah menegaskan jika seluruh negara Eropa yang menjadi anggotanya sepakat menentang keputusan Amerika Serikat yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tersebut.

Guerend juga mengatakan jika Uni Eropa berkomitmen untuk tidak mengikuti langkah AS yang kontroversial tersebut, terlebih jika sampai memindahkan kedutaan besar negaranya untuk Israel dari Tel Aviv ke wilayah Yerusalem.

“UE memang punya hubungan dengan Israel, namun di saat bersamaan kami juga menganggap Palestina juga berhak menjadi negara yang merdeka. Oleh karena itu, pendirian UE sama dengan Indonesia dalam mengecam langkah AS dan satu suara menyatakan tidak akan mengikuti langkah Amerika Serikat,” tegas Guerend dalam media briefing di kediamannya di Jakarta, Rabu (13/12/2017).

Guerend ikut mengatakan jika sejak Presiden Donald Trump nekat mengumumkan keputusannya soal Yerusalem, Uni Eropa sudah mempertegas pendiriannya tersebut. Mereka mengecam langkah Amerika yang dinilai menunjukkan ketidakpatuhan terhadap hukum internasional.

Keputusan Donald Trump yang ceroboh tersebut juga dianggap malah bisa merusak stabilitas keamanan di Timur Tengah, terutama prospek perdamaian antara Israel dan Palestina. Guerend sampaikan jika Uni Eropa percaya bahwa komunitas internasional harus tetap berupaya dapatkan solusi damai bagi Israel dan Palestina yang telah berkonflik selama puluhan tahun, terlebih untuk kesepakatan mengenai status Yerusalem.

Perdamaian di Yerusalem harus terus diusahakan

“Solusi dua negara, menurut kami harus tetap diutamakan karena itu adalah jalan keluar yang dapat menjamin situasi damai di sana,” pungkas Vincent Guerend.

Sebelumnya Trump sudah bersikeras mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada pekan lalu meski dunia Arab dan negara Barat, seperti Perancis, Italia, Jerman, dan Inggris, menentang keputusan sepihak tersebut.

Embed from Getty Images

Trump berkeras jika keputusannya itu adalah benar karena mengikuti undang-undang yang disahkan Kongres pada 1995 yang mendesak Amerika untuk memindahkan kedutaannya di Israel ke Yerusalem. Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel juga ikut menjadi salah satu janji Trump kepada warga Amerika Serikat selama kampanye pemilihan presiden 2016 silam.

Sejak keputusan Trump tersebut diumumkan, beragam aksi protes hingga demonstrasi besar-besaran terjadi di penjuru dunia khususnya di Palestina dan umat muslim di negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Pakistan, bahkan Jerman, dan di negara Amerika sendiri. Awan Jakarta. YPWS.