Alasan Kemenkominfo Belum Blokir Facebook Telah Disampaikan

Alasan Kemenkominfo belum blokir Facebook telah disampaikan dan hal ini untuk menepis anggapan jika pihak mereka tidak tegas. Ternyata alasannya cukup sederhana.
Berita Terkini - Alasan Kemenkominfo belum blokir Facebook telah disampaikan dan hal ini untuk menepis anggapan jika pihak mereka tidak tegas. Ternyata alasannya cukup sederhana.

Awanjakarta.com – Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, sendiri telah berkali-kali menegaskan bahwa dirinya tidak akan ragu untuk menutup layanan Facebook di Indonesia. Namun hingga kini hal tersebut tak kunjung dilakukan. Alasan Kemenkominfo belum blokir Facebook ternyata tidak banyak.

Ya, Kemenkominfo mengaku jika pihaknya merasa masih belum memiliki bukti yang kuat terkait data pengguna Indonesia yang bocor ke tangan Cambridge Analytica tersebut. Direktur Jenderal aplikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, menanggapi sikap sejumlah pihak yang tidak yakin dengan ketegasan kementeriannya.

Kemenkominfo memang mulai dianggap tidak tegas terhadap pihak Facebook, sikap yang jelas berbeda pada saat menghadapi Telegram dan Tumblr tentunya. Semuel lantas berdalih jika skandal Facebook yang sedang terjadi saat ini tidak sama dengan kasus Telegram atau kasus Tumblr. Dalam kebocoran data yang melibatkan firma Cambridge Analytica, dirinya menilai masih belum ada bukti kuat untuk menindak pihak Facebook.

“Kalau saya tetap tutup, tidak punya bukti, bisa tidak saya dituntut? Bisa, dan saya tidak mau sampai dituntut,” ujar Semuel di bilangan Thamrin, Jakarta Pusat, pada hari Selasa (24/04/2018).

Dirinya juga menceritakan jika pada kasus Telegram pihaknya memegang bukti sejumlah konten bermuatan terorisme dan radikalisme. Sementara untuk kasus Tumblr, bukti yang dipegang berupa konten pornografi yang diklaim berjumlah ribuan.

Alasan Kemenkominfo belum blokir Facebook juga masih tunggu laporan

Semuel juga lihat Facebook merespons dengan cepat kekhawatiran pemerintah hingga mereka apresiasi. Respons cepat ini dinilai tak ada ketika pemerintah menghubungi Tumblr dan Telegram sebelum mereka menjatuhkan sanksi blokir.

“Tapi tetap sekali lagi, pada saat ketemu ada penyalahgunaan data dan melibatkan Facebook, tidak ada ampun,” pungkasnya dengan tegas.

Pihak Pemerintah sendiri saat ini dikabarkan masih menunggu laporan dari pihak Facebook mengenai bagaimana nasib data 1 juta lebih pengguna fb di Indonesia yang dikabarkan bocor ke tangan Cambridge Analytica tersebut. Laporan yang akan jatuh tempo pada tanggal 26 April 2018 mendatang diharapkan bisa membeberkan maksud penggunaan data tersebut. Awan Jakarta. YPWS.