5 Gangguan Kesehatan Berbahaya Jika Kekurangan Vitamin K

Ternyata ada setidaknya 5 gangguan kesehatan berbahaya yang bisa terjadi jika kita sampai kekurangan asupan Vitamin K.
Ternyata ada setidaknya 5 gangguan kesehatan berbahaya yang bisa terjadi jika kita sampai kekurangan asupan Vitamin K.

Ternyata ada setidaknya 5 gangguan kesehatan berbahaya yang bisa terjadi jika kita sampai kekurangan asupan Vitamin K.

Sama juga seperti semua nutrisi lainnya, vitamin K ikut punya posisi penting dalam tubuh manusia, seperti vitamin A, vitamin D, vitamin C, karbohidrat, protein, dan masih banyak lagi. Vitamin K ikut memainkan peran penting dalam pembekuan, yang biasa dikenal juga dengan pembekuan darah dalam tubuh.

Nah, pembekuan darah itu sendiri sangat penting untuk mencegah perdarahan internal dan eksternal, sebab aliran darah yang berlebihan malah punya dampak yang merugikan bagi kesehatan manusia.

Vitamin K bisa dikategorikan juga sebagai vitamin K1 dan vitamin K2. Vitamin K1 biasanya bisa ditemukan pada sayuran berdaun hijau, seperti bayam dan kangkung. Jenis vitamin K2 lebih merupakan nutrisi alami di saluran pencernaan manusia.

Kekurangan vitamin K sendiri bisa dikarenakan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Pada saat Anda lebih sering mengonsumsi junk food atau makanan instan ketimbang sayuran hijau maka akan membuat tubuh jadi kekurangan vitamin K.

Embed from Getty Images

Laman BoldSky telah mengabarkan setidaknya 5 masalah kesehatan yang bisa menimpa jika tubuh Anda kekurangan vitamin K:

  1. Cacat lahir. Ya, kekurangan vitamin K sebagian besar terlihat pada bayi. Dalam keadaan seperti itu, kekurangan vitamin K bertanggung jawab atas cacat bawaan, seperti tulang, wajah, hidung, atau jari yang belum berkembang, cacat pada tabung saraf, ketidakmampuan dalam belajar, kekurangan pertumbuhan, masalah jantung, dan masih banyak lagi.
  2. Timbulkan masalah jantung. Vitamin K2 pada umumnya adalah zat alami yang ada di saluran pencernaan manusia dan secara langsung berhubungan dengan pengapuran arterial. Nah, kekurangan vitamin ini malah dapat menyebabkan karboksilasi suboptimal dan protein glutamat matriks karboksilat yang tidak aktif secara biologis (MGP). Bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau jantung pada manusia. Sekitar 57 persen individu meninggal karena serangan jantung yang disebabkan oleh kekurangan vitamin K2.
  3. Menimbulkan kanker. Kanker masih menjadi penyakit yang mematikan saat ini. Kekurangan vitamin K sendiri bisa juga menyebabkan meningkatnya risiko terserang kanker. Jenis kanker semacam tersebut biasanya menyerang paru-paru, payudara, kolorektal, dan kelenjar prostat. Sebuah studi pada individu dari kelompok usia 35-64 tahun kabarkan jika orang yang kekurangan vitamin K menunjukkan risiko kanker prostat lebih tinggi daripada orang yang memiliki asupan vitamin K yang cukup dalam tubuhnya.
  4. Gangguan osteoporosis. Vitamin K termasuk nutrisi vital bagi tubuh manusia karena tidak hanya membantu pembekuan darah, tetapi juga bisa mengaktifkan protein yang bergantung pada vitamin K untuk membantu dalam kalsifikasi arteri dan metabolisme tulang. Jika Anda kekurangan vitamin ini, bisa terkena osteoporosis, terutama pada orang-orang di atas usia 40 tahun yang tulangnya sudah mengalami kemerosotan kepadatan tulang.
  5. Penuaan. Pernah melihat orang yang terlihat lebih tua dari kita yang sebenarnya? Atau Anda sendiri yang mengalaminya? Nah, hal itu bisa menjadi pertanda adanya tingkat vitamin K yang terlalu rendah dalam tubuh Anda. Namun, vitamin K bukanlah faktor di balik kerutan pada kulit kita, tetapi kekurangan vitamin K dapat menyebabkan penyakit lain. Misalnya, kesehatan tulang yang lemah, masalah kardiovaskular, atau penyakit lainnya yang dapat membuat terlihat lebih tua dari usia kita yang sebenarnya.

Kalau masih ingin terhindar dari semua masalah kesehatan di atas, sebaiknya Anda tetap
mengonsumsi sayuran hijau dan buah, seperti bayam, kangkung, brokoli, sawi, alpukat, anggur, bluberi, dan lain-lain meski aslinya tidak suka.

Anda juga bisa makan makanan yang mengandung protein seperti telur, ikan, ikan tuna kalengan, hati, daging, sereal gandum, dan kacang-kacangan, namun jumlah vitamin K yang terkandung lebih rendah dibandingkan sayuran hijau dan buah-buahan. Awan Jakarta. YPWS.