Aromaterapi Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan?

15
Aromaterapi Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan
Aromaterapi Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan

Aromaterapi dikenal sebagai salah satu cara mudah untuk menghilangkan stres, membuat rileks, dan mengubah ruangan jadi lebih romantis. Namun apakah aromaterapi bisa sebabkan gangguan kesehatan?

Dibalik keuntungan yang didapat dari aromaterapi, sebuah penelitian mengungkap bahwa ada beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat menghirup aromaterapi terlalu sering.

Bentuk yang umum tersedia di pasaran saat ini adalah lilin parafin, atau juga minyak. Penggunaannya dengan cara dibakar dari sebuah sumbu, hingga aromanya menguap ke seluruh ruangan terapi. Bentuk lain bisa dengan dibalurkan dalam bentuk cair.

Studi yang dilakukan oleh South Carolina University itu menyebutkan bahwa asap yang dihasilkan dari pembakaran tersebut ternyata memiliki sifat racun yang mirip dengan rokok.

Belakangan Dailymail ikut merilis, ternyata hal tersebut berbahaya bagi pernafasan. Lilin parafin yang terbakar tak sehat sebab menghasilkan senyawa organik volatil (VOC). Bahan kimia tersebut dapat bersifat karsinogenik yang jika dihirup akan membahayakan kesehatan.

Kondisi ini makin parah jika lilin hal ini dinyalakan dalam sebuah ruangan tertutup, dengan ventilasi yang juga kurang. Akibatnya asap akan berputar di dalam ruangan saja, dan akan lebih banyak dihirup oleh manusia di dalamnya. Terlebih umumnya memang penggunaan benda ini digunakan dalam kamar atau ruang tamu.

Risiko kesehatan yang dapat terjadi akibat terlalu sering menghirup asap aromaterapi, dalam studi tersebut dikatakan dapat menimbulkan asma, sesak napas, eksim, serta kulit kering. Dalam kasus yang parah, bahkan bisa memicu kanker atau gangguan pernafasan lain.

Selain itu berikut adalah beberapa efek samping Aromaterapi yang harus Anda waspadai:

Membuat kulit lebih mudah terbakar matahari. Beberapa minyak esensial yang digunakan dalam hal ini bisa meningkatkan sensitivitas kulit terhadap paparan matahari secara langsung dan dalam waktu yang lama. Hindari menggunakan minyak aromaterapi seperti akar angelica, bergamot, jinten, lemon ataupun jeruk pada bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari. Kulit Anda malah akan jadi lebih rentan terbakar sinar matahari.

Beberapa zat dalam minyak esensial juga bisa lebih berisiko bagi wanita hamil. Jika Anda hamil dan ingin menggunakan aromaterapi, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu ke dokter untuk menghindari efek samping yang tak diharapkan.

Ancaman keracunan pada anak-anak jika tertelan. Ada beberapa minyak esensial yang seharusnya tidak pernah digunakan dalam hal ini karena berpotensi beracun. Beberapa minyak esensial sangat pekat dan punya berbagai tingkat toksisitas jika tidak digunakan dengan benar. Beberapa minyak tumbuhan aromatik, termasuk minyak esensial bisa menjadi racun jika ditelan.

Bagi orangtua yang menggunakan minyak aromaterapi, sebaiknya simpan semua minyak-minyakan tersebut dengan baik dan jauhkan dari jangkauan anak-anak. Anda harus waspada dan disiplin untuk hal yang satu ini.

Gangguan iritasi kulit. Yang paling umum salah satu masalah yang didapat adalah iritasi kulit atau reaksi alergi. Bisa menyebabkan munculnya ruam, gatal dan sensasi panas yang mengganggu. Namun iritasi kulit ini bisa beragam dan tergantung seberapa sensitif kulit Anda. Anda harus melakukan tes terlebih dahulu sebelum menggunakan minyak tersebut lebih banyak di kulit Anda.

Embed from Getty Images

Cukup, oleskan sedikit minyak aromaterapi di kulit untuk melihat reaksi yang ditimbulkan. Jika setelah dioleskan muncul kemerahan, gatal, dan rasa panas di kulit, sebaiknya Anda menghentikan pemakaian aromaterapi jenis oles atau dibalurkan ke tubuh.

Asma. Kandungan Volatile Organic Compound (VOC), bahan organik yang mudah menguap dari bentuk cairan yang terkandung dalam benda ini, bisa berdampak terhadap peningkatkan risiko inflamasi di tubuh, mengganggu fungsi sistem saraf dan dapat menimbulkan reaksi alergi pada saluran pernafasan. Anda yang mengidap penyakit asma serta rentan terhadap perdarahan hidung atau disebut dengan mimisan, harus berhati-hati untuk menggunakannya.

Bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Uap minyak esensial aromaterapi memang bisa mengurangi stres yang dialami, namun menurut studi yang dipublikasikan oleh The European Journal of Preventive Cardiology, hal ini juga bisa membahayakan kesehatan Anda.

Studi yang melibatkan 100 pekerja spa di Taipei ini, telah meminta partisipan menghirup aromaterapi sambil memonitor tekanan darah dan detak jantung mereka. Hasilnya, ditemukan peningkatan tekanan darah serta detak jantung setelah mereka menghirup aromaterapi selama 2 jam. Hal ini membuktikan bahwa terlalu lama menghirup aromaterapi bisa saja meningkatkan risiko rusaknya jantung Anda secara perlahan-lahan.

Lantas, apakah Anda harus menjauhi atau stop gunakan Aromaterapi? Tentu saja tidak jika Anda tidak terlalu berlebihan dalam penggunaannya. Hindari terlalu sering karena bagaimanapun yang berlebihan itu tidak baik. Awan Jakarta. YPWS.