Bahaya Sering Makan Sendiri Yang Cukup Mengerikan Bagi Pria

16
Bahaya Sering Makan Sendiri Yang Cukup Mengerikan Bagi Pria
Bahaya Sering Makan Sendiri Yang Cukup Mengerikan Bagi Pria

TIME telah mengabarkan sebuah penelitian menemukan jika orang yang sering makan sendiri ternyata berisiko tinggi terkena penyakit seperti diabetes dan penyakit jantung. Mereka yang makan seorang diri setidaknya dua kali dalam satu hari berpotensi mengalami tekanan darah tinggi atau terkena hipertensi, kolesterol tinggi dan pradiabetes.

Dikabarkan jika dalam studi itu, peneliti telah mengamati hasil survei yang dilakukan pada 7.725 orang dewasa di Korea Selatan. Mereka lantas menanyakan dan mencari tahu seberapa sering para objek ini menghabiskan waktu mereka untuk makan sendirian. Hasilnya mengejutkan, peneliti menarik kesimpulan bahwa risiko penyakit ini lebih berpengaruh pada para pria jika dibandingkan wanita.

Bagi para pria, makan sendiri bisa dikaitkan dengan 45% peningkatan risiko obesitas dan
peningkatan risiko sindrom metabolik sebesar 64%. Penelitian ini juga ikut memerhatikan faktor usia, kebiasaan merokok dan juga berkaitan dengan status pernikahan mereka.

Hasilnya dikabarkan jika pria yang belum menikah dan lebih sering makan sendiri punya risiko sindrom metabolik tertinggi, lebih dari tiga kali risiko pria yang mengatakan bahwa mereka biasanya makan dengan orang lain atau dengan pasangan mereka.

Yang unik, risiko makan sendiri cenderung tidak terlalu ditemukan pada wanita. Jikapun ditemukan, biasanya angkanya masih lebih rendah jika dibandingkan dengan risiko pada pria. Peneliti menemukan bahwa hal ini ternyata berkaitan dengan status ekonomi dan gaya hidup orang yang diteliti.

Meskipun seorang wanita sering makan sendiri, namun jika dirinya memiliki tingkat sosial ekonomi yang baik maka risiko penyakit akan ikut menurun ancaman yang ada.

Embed from Getty Images

Makan Sendiri picu pola makan tak sehat

Sejumlah penelitian yang dilakukan sebelumnya juga menemukan jika mereka yang makan sendiri mungkin kesepian, terisolasi secara sosial dan lebih cenderung memilih makanan yang tidak sehat serta instan. Mereka juga akan menghindari dan makan lebih sedikit buah-buahan dan sayuran. Hal inilah yang kemudian meningkatkan risiko penyakit berbahaya tersebut muncul.

Dari penelitian ini, tidak ditemukan hubungan langsung antara kebiasaan makan sendiri dengan risiko penyakit dan sindrom metabolik. Sebab kondisi ini biasanya dipicu karena pola makan yang buruk dan gaya hidup tidak sehat.

Meskipun demikian, tak bisa dimungkiri juga jika kegiatan makan sendiri juga dapat menjadi pemicu seseorang untuk memilih makanan yang tidak sehat asal cepat. Jagalah kesehatan Anda dengan perbanyak konsumsi makanan sehat yang juga mencakup buah dan sayuran, tentunya bersama orang-orang yang dekat di hati Anda. Awan Jakarta. YPWS.