Bahaya Material Abu Vulkanik Yang Wajib Anda Ketahui

Bahaya Material Abu Vulkanik Yang Wajib Anda Ketahui
Bahaya Material Abu Vulkanik Yang Wajib Anda Ketahui

Ribuan penduduk Kabupaten Karangasem harus dievakuasi dari tempat tinggal mereka setelah naiknya status Gunung Agung menjadi Awas. Penduduk sekitar tidak hanya perlu mewaspadai bahaya lahar panas dan lahar dingin. Juga harus waspada akan tersebarnya abu vulkanik usai meletusnya Gunung Agung.

Abu vulkanik sendiri terbentuk dari material berupa potongan kecil batuan bergigi, mineral, dan kaca vulkanik. Abu ini bisa berbahaya bagi kesehatan manusia juga.

Dengan ukuran sekitar 2mm atau sekitar 0.8 inci saja, atau bahkan bisa lebih kecil dari itu benda ini memang patut diwaspadai. Partikelnya sendiri hampir bisa terlihat dan terasa seperti tekstur pasir, sesuai rilis National Geographic.

Pada saat gas-gas dalam ruang magma mulai menyebar, semua gas tersebut akan mendorong magma yang terdiri dari silika dan gas untuk keluar dari perut gunung berapi. Dorongan itulah yang menyebabkan ledakan hingga magma keluar dan berterbangan. Di udara, magma lantas mendingin dan membeku menjadi batuan vulkanik dan fragmen pecahan kaca.

Semua fragmen bebatuan ini bisa bercampur dengan fragmen lava yang dipadatkan di udara dan menciptakan awan abu. Nah, abu vulkanik dengan ukuran kecil tersebut bisa terbawa angin, dan kemudian menyebar di permukaan bumi terutama di sekitar wilayah terdampak.

Endapan abu vulkanik yang lebih tebal dan punya partikel yang lebih besar biasanya terdapat di dekat lokasi letusan. Abu vulkanik Gunung Agung sempat diketahui mengarah ke timur-tenggara dengan ketinggian diperkirakan mencapai hingga 4.000 meter berkecepatan 18 kilometer per jam.

Embed from Getty Images

Bahaya dari material Abu Vulkanik

Meletusnya gunung berapi ikut menyisakan abu jenis ini yang bertebaran di udara dan permukaan bumi sesuai penjelasan di atas. Banyaknya abu yang bertebaran bahkan bisa mengakibatkan langit siang menjadi gelap gulita menahan cahaya matahari.

National Geographic telah mengabarkan jika abu vulkanik yang terdiri dari Karbon dioksida dan flourin merupakan gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia dan semua hewan juga. Penyebaran abu ini bisa sangat berbahaya bagi ekosistem sekitar, seperti gagal panen, kematian hewan-hewan, dan penyakit juga pada manusia.

Menghirup abu vulkanik juga dapat menimbulkan masalah pernapasan dan kerusakan paru-paru yang tidak bisa dianggap remeh. Jika menghirup abu vulkanik dalam jumlah besar, penderita akan merasa seperti tercekik, bahkan bisa sampai menyebabkan kematian.

Partikel abu ini yang kasar juga dapat mengakibatkan goresan pada kulit dan bahkan mata. Goresan tersebut nantinya akan menimbulkan pembengkakan jika abu itu terkena langsung ke mata.

Material abu ini bisa juga ikut mengganggu sistem infrastruktur di daerah sekitar letusan gunung berapi. Kerusakan bisa berdampak pada gangguan fungsi mesin pemasok energi, pemasok air, pengolahan limbah, sampai fasilitas komunikasi.

Jika hujan datang maka Abu vulkanik yang sudah ada akan segera tercampur dan berubah menjadi lumpur semen yang berpotensi akan menutupi atap rumah, dan jelas akan menimbulkan berbagai kerusakan yang merugikan.

Abu ini di udara juga bisa sangat membahayakan pesawat terbang, makanya perlu diadakan daerah larangan terbang. Partikel abu vulkanik tersebut bisa meleleh di dalam mesin pesawat terbang dan akan menyebabkan mesin rusak. Hal ini bisa membahayakan penerbangan. Awan Jakarta. YPWS.