Bahaya Melamin Pada Piring Dan Gelas Yang Harus Diketahui

Bahaya Melamin Pada Piring Dan Gelas Yang Harus Diketahui bisa menambah wawasan Anda terkait hal ini.
Bahaya Melamin Pada Piring Dan Gelas Yang Harus Diketahui bisa menambah wawasan Anda terkait hal ini.

Pada saat jajan di luar atau membawa makanan dari restoran untuk disantap di rumah, umumnya banyak orang yang menggunakan wadah untuk membawa makanan tersebut. Wadah yang sering kali digunakan adalah plastik atau wadah berbahan melamin. Ternyata ada Bahaya Melamin Pada Piring Dan Gelas Yang Harus Diketahui.

Pada saat berada di rumah, pada saat akan menyantap makanan bersama dengan keluarga di meja makan, kebanyakan orang lebih suka jika makanan yang dihidangkan masih dalam keadaan hangat, seperti baru selesai dimasak. Hal ini cukup jamak dan sah-sah saja.

Nah, demi mendapatkan efek hangat tersebut, umumnya orang akan memanaskan kembali makanan dengan microwave. Tahukah jika Anda hanya boleh memanaskan makanan microwave menggunakan jenis wadah tertentu saja?

Bahan dasar melamin sendiri terbuat dari beberapa senyawa kimia organik yang mempunyai rumus ilmiah kimia C3H6N6, yang artinya mempunyai sifat mengendap atau tidak bisa larut dalam air. Jelas berbahaya bagi kesehatan. Berikut dampak buruk jika memakai piring dan gelas yang terbuat dari melamin:

  1. Bisa menjadi penyebab gagal ginjal.
  2. Bisa menyebakan endapan batu ginjal.
  3. Bisa menyebabkan peradangan pada fungsi hati.
  4. Bisa memicu munculnya sel kanker.
  5. Bisa membuat sesak nafas dan mengalami kesulitan bernafas melalui hidung.
  6. Kesulitan buang air besar.
  7. Bisa menyebabkan kencing darah.
  8. Bisa menyebabkan alergi gatal-gatal dan ruam merah pada kulit.
  9. Bisa mengakibatkan sering demam tinggi.
  10. Bisa menyebabkan penyakit asma.
  11. Bisa menyebabkan penyakit bronkitis.
  12. Dapat merusak kinerja reproduksi.
  13. Pencernaan iritasi hingga mengakibatkan nyeri, mual dan muntah darah.
  14. Bisa menyebabkan peradangan yang diikuti kerusakan pada jaringan otak.
  15. Bisa menyebabkan menurunnya ketajaman pendengaran karena gendang telinga iritasi.
  16. Bisa menyebabkan organ penting pada mata terganggu misalnya kornea.
  17. Bisa mengacaukan sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan mudah jatuh sakit.
  18. Bisa menyebabkan kematian mendadak jika zat fomalin dan fenol masuk dalam tubuh dalam jumlah 30 mg.

Wadah yang disarankan tersebut adalah dari jenis beling atau gelas, dan tidak disarankan memakai wadah plastik atau melamin. Berikut pembahasan singkat dari jenis plastik dan melamin:

Plastik. Perlu diketahui, ada beberapa komponen plastik yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia. Contohnya plastik yang mengandung bisphenol A (BPA) dan phthalate. BPA ditemukan pada wadah plastik yang memiliki kode daur ulang nomor (recycle code) 7, yaitu polikarbonat atau PC. Kalau masuk ke dalam tubuh dalam dosis besar, BPA bisa meningkatkan risiko kanker payudara, kanker prostat sampai penyakit jantung. Saat gunakan wadah plastik yang mengandung BPA untuk menaruh makanan panas atau memanaskan makanan dengan microwave, komponen BPA dalam wadah plastik tersebut dapat masuk dan kontaminasi makanan yang hendak dikonsumsi.

Phthalate juga termasuk racun berbahaya yang terkandung dalam wadah plastik dengan kode daur ulang nomor 3, yaitu polivinil karbonat (PVC). Kadar phthalate yang terlalu tinggi dalam tubuh malah dapat menyebabkan gangguan hormon dan sistem reproduksi. Wadah plastik dengan kode daur ulang nomor 1, 2, 4, dan 5 bebas BPA dan phthlatate, yang lebih aman untuk Anda gunakan sehari- hari.

Melamin. Melamin adalah suatu jenis resin, yang merupakan jenis plastik keras yang biasanya digunakan untuk membuat mangkuk, piring, gelas, dan alat makan untuk anak-anak. Meski populer, Melamin memang merupakan zat yang beracun bagi tubuh manusia, terlebih untuk ginjal. Masih ingatkah Anda pada kasus susu bubuk di Cina yang dicampur dengan melamin untuk meningkatkan kadar “protein” dalam susu tersebut? Kasus tersebut bahkan sampai menelan korban 6 orang bayi dan 50 ribu bayi lainnya harus dirawat di rumah sakit.

Jika wadah melamin digunakan untuk memanaskan makanan dengan microwave, dikhawatirkan komponen melamin tersebut malah dapat keluar dan mengontaminasi makanan yang akan dimakan. Bahaya Melamin Pada Piring jelas tidak main-main.

Kesehatan - Bahaya Melamin Pada Piring Dan Gelas Yang Harus Diketahui

Baca Label untuk hindari Bahaya Melamin Pada Piring Dan Gelas

Akan lebih aman jika Anda menggunakan wadah beling atau kaca untuk makanan panas, atau keperluan memanaskan makanan. Meski begitu, jika Anda harus menggunakan wadah plastik, pastikan plastik yang digunakan berlabel 2, 4, atau 5, dan memiliki label “food grade” dan “aman untuk microwave/microwave-safe”.

Lantas, apakah kita jadi tidak menggunakan sama sekali? Bahaya Melamin Pada Piring ada hal yang bisa Anda lakukan tentunya. Berikut cara bijak memperlakukan piring dan gelas berbahan melamin agar tubuh terhindar dari zat kimianya:

  1. Jangan membiarkan piring menumpuk tergenang detergent, segeralah dicuci!
  2. Jangan di letakkan dalam microwave dengan alasan apapun!
  3. Hindari dari paparan sinar matahari langsung.
  4. Jangan membersihkan piring dengan air hangat.
  5. Jangan membersihkan piring dengan detergent bubuk karena mempunyai bahan kimia yang sifatnya panas. Bisa mengikis sedikit demi sedikit zat formalin dan fenol yang melekat pada permukaan piring.
  6. Jangan meletakkan makanan bersuhu hangat atau panas pada piring melamin.
  7. Jauhkan piring dari tempat yang bersuhu panas.
  8. Jangan meletakkan makanan yang bersifat asam seperti asam cuka atau ragi.
  9. Percuma menggunakan gelas beling tetapi penutupnya melamin karena zat formalin dan fenol akan mengurai lalu mengeluarkan racun yang akan kembali pada isi gelas jika isi gelas dalam keadaan panas.
  10. Membersihkan piring dengan spon atau busa yang berstruktur halus agar Formaldehida dan fenol yang ada pada piring tidak mengelupas atau terangkat.
  11. Letakkan piring piring melamin dengan rapih ditempat yang terjangkau oleh angin atau berventilasi udara.
  12. Sesekali simpan pada suhu yang sejuk seperti didalam lemari es agar zat kimianya menjadi netral dan tidak aktif.
  13. Pisahkan piring melamin dengan piring yang terbuat dari pastik biasa, terbuat dari keramik dan beling.
  14. Jauhkan balita bermain dengan piring melamin untuk menghindari agar tidak menggigit atau menjilat piring.
  15. Sebaiknya untuk bayi dan balita tidak menggunakan alat makan dari melamin, agar aman pakailah piring plastik biasa saja.

Perlu diketahui lagi, bahan dasar kimia Melamin bukan hanya dibuat untuk piring dan alat alat memasak saja, tetapi juga bisa dibuat untuk keperluan pembuatan pupuk urea, pembuatan barang barang yang terbuat dari plastik dan untuk pembuatan berbagai macam produk lem.

Nah, formalin yang ada pada piring melanin sama seperti bahan dasar pembuatan untuk pengawet mayat. Wajar jika piring melamin tahan pecah dan tidak mudah retak. Ini akibat dari proses zat kimia formalin yang melindunginya, melapisi dan mengikat permukaan piring dengan kepadatan senyawa Resinmelamin formaldehida dan fenol dengan merata. Walaupun melamin tahan pecah tetapi senyawanya tidak bisa menahan suhu panas bahkan pada suhu hangat sekalipun.

Penggunaan bahan-bahan plastik tertentu atau materi melamin untuk wadah makanan panas memang bisa membahayakan kesehatan. Mulai saat ini, pilihlah wadah yang memenuhi syarat keamanan untuk kesehatan. Demikian pembahasan Bahaya Melamin Pada Piring Dan Gelas yang harus Anda ketahui kali ini. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Awan Jakarta. YPWS.