Beda Psikolog dan Psikiater Yang Perlu Anda Ketahui

Beda Psikolog dan Psikiater Yang Perlu Anda Ketahui

Awanjakarta.com – Hingga kini masyarakat kerap tidak bisa membedakan antara Psikolog dan Psikiater. Anda dapat mengetahui perbedaan kedua profesi ini dengan cara yang mudah.

Tidak perlu ragu untuk meminta bantuan, baik Anda yang mengalami masalah atau orang-orang sekitar Anda. Kita perlu tahu siapa saja yang memerlukan pertolongan ahli. Jika menyangkut masalah kejiwaan, perlu memperhatikan profesi yang akan dituju untuk mengatasi masalah yang ada.

Berdasarkan Kode Etik Psikologi oleh Himpsi (Himpunan Psikologi Indonesia), kedua profesi ini sama-sama menangani masalah kejiwaan. Meski begitu ada beberapa hal yang bisa diperhatikan untuk membedakannya.

Perbedaan Psikolog dan Psikiater:

  • Konsultasi dan pengobatan.
  • Pemberian obat.
  • Latar pendidikan.
  • Beda kompetensi.
  • Kedua profesi bisa kolaborasi.

Konsultasi dan pengobatan. Bagi Anda yang ingin melakukan konsultasi soal gangguang emosi, perilaku, dan pikiran bisa mendatangi psikolog, sementara jika Anda perlu pengobatan bisa mendatangi psikiater. Jika Anda tidak yakin harus pergi ke mana terlebih dahulu, Anda bisa menentukan ke mana saja. Anda nantinya bisa direferensikan (jika dirasa perlu) lebih mendapatkan penanganan seorang psikolog atau seorang psikiater.

Pemberian obat. Psikiater diperbolehkan memberikan obat ke pasiennya, sementara seorang psikolog tidak diperbolehkan. Keduanya sama-sama mendalami ilmu kejiwaan dan perkembangan manusia. Keduanya juga punya konsentrasi praktik yang sama (penanganan, pencegahan, terapi dan diagnosa). Meski begitu psikiater bisa memberikan terapi obat-obatan (farmakoterapi). Sebaliknya, seorang psikolog fokus ke aspek sosialnya, seperti memberikan terapi psikologi (psikoterapi).

Latar pendidikan. Ya, latar belakang pendidikan seorang psikolog adalah psikologi, sementara seorang psikiater adalah dari kedokteran. Psikolog perlu menuntaskan pendidikan sarjana psikologi selama kurang lebih 4 tahun. Setelah lulus mereka perlu mengambil profesi psikolog untuk bisa membuka praktik terlebih dahulu. Psikiater perlu menuntaskan pendidikan sarjana kedokteran untuk mendapatkan gelar dokter umum. Selanjutnya mereka akan mengambil pelatihan residensi selama 4 tahun dengan pengkhususan di bidang psikiatri. Setelahnya seorang psikiater baru mendapatkan gelar spesialis kedokteran jiwa.

Beda kompetensi. Seorang psikolog punya kompetensi untuk melakukan tes psikologi, sementara psikiater punya kompetensi untuk mendiagnosis gangguan mental dan pengobatannya juga.

Kedua profesi bisa kolaborasi. Meski berbeda, namun kedua profesi ini bisa bekerjasama saat bertugas. Ada juga kasus pasien yang perlu berkonsultasi dengan keduanya. Hal ini tergantung pada permasalahan yang dihadapi oleh sang pasien. Ada kemungkinan seorang pasien yang berkonsultasi ke psikolog akan direferensikan ke psikiater juga, contoh jika dirinya perlu terapi berupa konsumsi obat. YPWS.