Cara Mudah Mencegah Anak Agar Tidak Kekurangan Gizi

Ternyata memang ada cara mudah mencegah anak agar tidak Kekurangan Gizi. Setidaknya ada empat cara yang bisa Anda lakukan demi kesehatan buah hati tercinta.
Ternyata memang ada cara mudah mencegah anak agar tidak Kekurangan Gizi. Setidaknya ada empat cara yang bisa Anda lakukan demi kesehatan buah hati tercinta.

Ternyata memang ada cara mudah mencegah anak agar tidak Kekurangan Gizi. Setidaknya ada empat cara yang bisa Anda lakukan demi kesehatan buah hati tercinta.

Hingga kini masih tidak semua orang tua memahami jika anak dengan tubuh yang gemuk atau tidak kurus menandakan bahwa ia punya gizi yang cukup. Perlu diketahui, cukup atau tidak cukupnya gizi pada anak tidak bisa dilihat secara sepintas melalui bentuk tubuhnya saja. Kekurangan Gizi perlu dipahami dengan baik.

Agar para orang tua bisa semakin paham mengenai seperti apa gizi yang cukup untuk anak, kita terlebih dulu harus tahu apa itu gizi dan gizi yang seperti apa yang baik untuk tubuh anak-anak yang masih dalam proses pertumbuhan.

Gizi sendiri dibagi menjadi dua jenis yakni makro dan mikro. Fungsi dari gizi makro sendiri
merupakan zat yang dibutuhkan dalam jumlah besar bagi tubuh seperti lemak, karbohidrat dan protein. Sementara gizi mikro lebih merupakan senyawa zat berjumlah kecil seperti mineral dan vitamin.

Nah, asupan kedua zat ini harus seimbang. Jadi jangan sampai berlebih atau malah kekurangan karena hal ini dapat memberikan efek tersendiri kepada tubuh yang menyebabkan timbulnya penyakit. Jika asupan zat makro berlebih, akan menyebabkan berat badan meningkat sehingga menyebabkan obesitas atau kegemukan.

Sementara itu, jika tubuh kekurangan zat mikro, malah akan menyebabkan anemia. Perlu adanya bisa mengenali jenis gizi dan memperhatikan asupan gizi serta nutrisi bagi anak. Cara ini juga menunjukkan betapa sayangnya kita terhadap buah hati.

Embed from Getty Images

Berikut cara mudah mengantisipasi anak agar tidak mengalami kekurangan gizi:

Selalu sarapan dengan teratur. Aktivitas sebagai ibu kekinian memang padat sehingga sering kali sarapan sekolah untuk anak kurang diperhatikan. Padahal untuk membuat anak tidak mengalami anemia bisa dimulai dari asupan sarapan dengan makanan yang berserat dan bergizi. Hindari sarapan dengan makanan yang tidak sehat, seperti goreng-gorengan. Anda bisa memulai dengan memberikan makanan-makanan berserat yang dilengkapi sayur dan buah di pagi hari.

Selalu perhatikan asupan zat besi. Permasalahan gizi pada tumbuh kembang anak biasanya dikarenakan kekurangan zat besi dalam tubuh mereka terutama bagi yang masih ada di masa usia sekolah dasar. Zat ini punya peran penting sebagai alat transportasi di dalam sel darah merah untuk melancarkan oksigen. Anak akan memperlihatkan perilaku aneh dari mulai perilaku implusif, pendiam, terlalu penyendiri sampai kebiasaan makan yang aneh. Pastikan dalam menu makanan anak ada makanan-makanan yang mengandung zat besi. Seperti nasi putih, bayam, daging sapi, kacang merah dan kentang.

Olah makanan sesuai selera/memikat anak. Sebagai orang tua, kita sendiri sudah berusaha untuk melengkapi kebutuhan anak, hanya saja setiap anak punya selera makan yang berbeda. Menurut Jensen, sebagai ibu seharusnya kita mampu mengemas makanan dengan beragam kreasi yang disesuaikan dengan lidah Anak juga.

Konsultasi dengan ahli gizi. Jensen menyayangkan banyak orang tua yang belum memahami pentingnya konsultasi dengan ahli gizi. Tidak semua penyakit gizi bisa diselesaikan hanya dengan konsultasi ke dokter umum biasa. Ada seorang anak menderita penyakit serius terhadap anemia di mana anak tersebut membutuhkan asupan suplemen khusus. Jika salah konsultasi, bisa saja penyakit anak tidak tersembuhkan dengan baik. Awan Jakarta. YPWS.