Ini Dia Alasan Obat Antibiotik Harus Dihabiskan Semua

Ini Dia Alasan Obat Antibiotik Harus Dihabiskan Semua
Ini Dia Alasan Obat Antibiotik Harus Dihabiskan Semua

Pemberian obat antibiotik saat berobat sendiri masih cukup sering dilakukan dengan atas sepengetahuan dokter. Obat yang diberikan juga kerap diminta untuk dihabiskan.

Terkadang, saat kekebalan tubuh menurun, virus dan bakteri akan lebih mudah menyerang tubuh manusia. Anda pasti memerlukan obat untuk menghilangkan virus dan bakteri tersebut secepat mungkin jika bisa. Pengobatan yang diberikan jelas harus sesuai dengan gejala dan penyebabnya. Pemberian obat antibiotik adalah salah satu solusinya yang sering diberikan.

Bagi masyarakat Indonesia umumnya, obat antibiotik bukan sesuatu yang asing lagi. Obat antibiotik bahkan cukup sering dijadikan sebagai obat yang harus dikonsumsi saat ada penyakit dalam tubuh. Kebebasan membeli antibiotik di apotek yang tersebar di Indonesia juga membuat obat ini cukup mudah untuk didapatkan. JANGAN SALAAAH!!! Hal ini justru bisa membahayakan kesehatan Anda.

Obat antibiotik memang bisa menyelamatkan nyawa manusia karena obat ini mempunyai fungsi membunuh bakteri dalam tubuh. Untuk normalnya, antibiotik sendiri akan diberikan saat dokter curiga penyebab penyakitnya adalah virus dan bakteri yang memang bisa ditangani oleh obat tersebut.

Apabila penyebabnya adalah virus, maka dokter tidak akan memberikan antibiotik sebagai terapi. Karena penyakit yang disebabkan oleh virus sejatinya akan sembuh dengan sendirinya ketika sistem kekebalan tubuh berjalan dengan baik. Jadi tidak selalu jawabannya adalah dengan pemberian obat ini.

BACA JUGA: Antibiotik Alami Tanpa Efek Samping.

Perlu diketahui, antibiotik sendiri punya beberapa efek samping yang sering dialami oleh
penggunanya. Hal yang paling sering terjadi adalah diare, gatal-gatal sampai dampak yang paling berbahaya adalah resistensi antibiotik (tak mempan lagi), terutama jika penggunaannya tidak sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter.

Resistensi antibiotik sendiri merupakan suatu keadaan dimana mikroorganisme yang seharusnya sensitif terhadap antibiotik malah menjadi kebal terhadap obat tersebut. Pada saat ini terjadi, fungsi antibiotik untuk membunuh atau menghentikan tumbuh kembang virus dan bakteri malah menjadi tidak berguna sama sekali.

Embed from Getty Images

Lantas, kapan resistensi obat antibiotik itu terjadi? Simak beberapa poin berikut ini:

  1. Saat penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan fungsinya. Antibiotik sebenarnya hanya digunakan untuk membunuh atau untuk menghentikan tumbuh kembang virus dan bakteri di dalam tubuh. Tapi masyarakat awam terlalu sering menyamaratakan penggunaan antibiotik untuk mengobati semua penyakit. Dampaknya fatal, bakteri malah jadi kebal dengan jenis antibiotik yang diberikan.
  2. Jika antibiotik tidak dikonsumsi sesuai dengan petunjuk dokter. Obat ini yang diberikan dengan resep dokter pasti jumlah dan caranya sudah sesuai dengan aturan. Antibiotik harus diberikan dalam jumlah tertentu dan dalam waktu tertentu juga untuk manfaat yang paling maksimal.

Namun untuk para pengguna yang cenderung bandel atau nakal, cara konsumsi dan dosis antibiotik yang diberikan biasanya jelas tidak sesuai peruntukan. Mereka biasanya akan berhenti mengonsumsi obat saat gejala atau keluhan sudah tidak dirasakan lagi. Padahal saat gejala tidak muncul bukan berarti bakteri dalam tubuh dipastikan sudah mati. Bisa saja saat itu bakteri sedang non aktif karena pemberian obat.

So, konsumsilah obat antibiotik sesuai aturan atau sesuai petunjuk dokter untuk meminimalkan efek samping yang ada. Habiskan antibiotik walaupun gejala sudah tidak lagi terasa ada. Jangan simpan sisa obat untuk dikonsumsi selanjutnya, karena penyakit lain yang muncul belum tentu diterapi dengan obat yang sama juga. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi Anda. Awan Jakarta. YPWS.