Daftar Pantangan Saat Mengonsumsi Antibiotik Yang Wajib Diketahui

Daftar Pantangan Saat Mengonsumsi Antibiotik Yang Wajib Diketahui
Daftar Pantangan Saat Mengonsumsi Antibiotik Yang Wajib Diketahui

Daftar beragam pantangan saat mengonsumsi Antibiotik kali ini sangat wajib untuk diketahui. Alih-alih sehat, Anda malah bisa kesulitan jika masih nakal.

Pada saat seseorang mengalami infeksi bakteri tertentu maka biasanya dokter akan menganjurkannya untuk mengonsumsi obat ini. Meski kerap tokcer, namun tetao ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan saat mengonsumsi obat jenis ini, agar tetap aman dan tidak malah membahayakan kesehatan.

Embed from Getty Images

Berikut ini adalah pemaparan dari Daftar Pantangan Saat Mengonsumsi Antibiotik Yang Wajib Diketahui:

  1. Makanan dan minuman yang mengandung asam. Makanan dan minuman yang punya kandungan asam cukup tinggi seperti tomat, lemon, cokelat dan minuman ringan sejatinya dapat menghambat proses penyerapan obat ini di saluran cerna Anda.
  2. Konsumsi Alkohol. Walaupun alkohol masih tidak terbukti memengaruhi efektivitas antibiotik yang dikonsumsi, kombinasi asupan alkohol dan antibiotik dapat menimbulkan efek samping tak sedap bagi kesehatan Anda seperti adanya sensani nyeri perut, nyeri kepala, dan bahkan rasa mengantuk. Saat Anda sedang dalam pengobatan antibiotik, tidak disarankan untuk mengonsumsi alkohol.
  3. Makanan tinggi serat. Makanan tinggi serat seperti gandum, kacang-kacangan, dan brokoli, memang sangat baik bagi kesehatan, kecuali saat sedang mengonsumsi obat ini. Makanan kaya serat dapat memperlambat penyerapan asupan di lambung, yang juga dapat menunda penyerapan obat ini.
  4. Produk susu (kecuali yoghurt). Mengonsumsi susu dan produk susu dapat memengaruhi efek antibiotik yang sedang Anda konsumsi untuk penyembuhan. Yoghurt sendiri dikenal memiliki kandungan probiotik yang baik untuk seseorang yang mengonsumsi antibiotik. Meski begitu, ada produk susu jenis lain yang diketahui dapat menghambat penyerapan obat ini karena kandungan kalsium dalam produk tersebut.
  5. Suplemen kalsium atau zat besi. Menurut Katrina Seidman dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, kalsium dan zat besi dapat memengaruhi kemampuan penyerapan antibiotik dari jenis tertentu. Pada saat Anda mengonsumsi suplemen kalsium dan zat besi, berikan jeda sekitar 3 jam sebelum Anda konsumsi obat ini.

Terakhir, dengan mengikuti saran dokter serta mengetahui jenis asupan yang seharusnya Anda hindari saat mengonsumsi obat ini, diharapkan obat ini akan bekerja lebih maksimal dalam melawan infeksi bakteri di dalam tubuh Anda. Jangan sungkan bertanya pada dokter jika Anda merasa masih belum paham. Awan Jakarta. YPWS.