Penyakit Alzheimer Ternyata Tak Hanya Menyerang Usia Lanjut Saja

38
Penyakit Alzheimer Ternyata Tak Hanya Menyerang Usia Lanjut Saja
Penyakit Alzheimer Ternyata Tak Hanya Menyerang Usia Lanjut Saja

Penyakit Alzheimer ternyata tidak hanya menyerang usia lanjut. Hal seputar gejala gangguan kesehatan yang satu ini tidak ada salahnya untuk Anda ketahui demi bisa memperkaya pengetahuan seputar dunia kesehatan.

Memang menjadi tua merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari oleh setiap orang. Hal ini juga bisa berarti Anda akan ikut mengalami banyak perubahan. Di samping penurunan fungsi fisik, aspek yang paling sering dikaitkan dengan penuaan adalah perihal kepikunan. Meski begitu pada sejumlah orang, masalah kepikunan ini dapat berlangsung cukup berat hingga menyebabkan kematian karena proses ‘penyakitnya’. Penyakit inilah yang disebut sebagai Alzheimer.

Apa penyebab Alzheimer? Meskipun kerap terjadi pada lansia, bukan lantas penyakit ini hanya menyerang semua orang yang sudah tua atau sepuh saja. Ada penyebab dan faktor risiko yang membuat orang terkena Alzheimer. Gabungan dari faktor genetik, gaya hidup, dan faktor lingkungan yang memengaruhi otak dalam jangka waktu yang lama disebut sebagai penyebab pemicunya.

Otak penderita Alzheimer memiliki jumlah sel saraf dan koneksi antar sel saraf yang lebih sedikit dibandingkan otak yang sehat. Dalam pemeriksaan otak penderita Alzheimer, ditemukan adanya penumpukan plak-plak dari protein tertentu yang dapat mengganggu sistem transpor nutrisi otak. Hal tersebut yang kemudian bisa menyebabkan timbulnya Alzheimer.

Ada sejumlah faktor risiko yang dapat mempermudah terjadinya Penyakit Alzheimer. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi :

Riwayat trauma pada Kepala. Orang yang pernah mengalami cedera kepala berat memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita gejala alzheimer.

Jenis kelamin. Survei menyebutkan bahwa Alzheimer lebih banyak terjadi pada wanita. Hal ini bisa disebabkan karena umur wanita yang cenderung lebih panjang dibandingkan umur pria.

Faktor Usia. Risiko menderita Alzheimer cukup tinggi pada usia 65 tahun atau lebih, dengan laju gangguan meningkat dua kali lipat setiap dekade setelah usia 60 tahun.

Riwayat keluarga dan genetik. Risiko menderita Alzheimer akan lebih tinggi bila keluarga derajat pertama, yaitu orangtua atau saudara kandung menderita Alzheimer.

Sindrom Down. Banyak penderita sindrom Down yang lantas mengalami Alzheimer. Mereka bahkan bisa cenderung terkena Alzheimer 10-20 tahun lebih awal dibandingkan dengan orang yang tidak menderita sindrom Down.

Gangguan kognitif ringan. Orang dengan gangguan kognitif seperti kepikunan cenderung lebih mudah mengalami Alzheimer.

Gaya hidup dan kesehatan Jantung. Sejumlah penelitian ikut menyebutkan bahwa faktor-faktor yang menimbulkan penyakit jantung mungkin dapat meningkatkan risiko Alzheimer, yaitu kurang olahraga, kebiasaan merokok, kadar kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan hal lainnya.

Interaksi sosial dan tingkat pengetahuan. Risiko Penyakit Alzheimer dapat berkurang jika orang melakukan aktivitas sosial dan mental yang berkelanjutan hingga usia tua. Misalnya, bersosialisasi, main teka-teki silang, dan sebagainya. Tingkat edukasi yang rendah juga dapat meningkatkan risiko Alzheimer.

Perlu disadari bahwa Penyakit Alzheimer bukan sekadar penyakit kepikunan biasa. Karena itu, bantulah penderita untuk memperoleh penanganan yang lebih serius pula sedari awal. Bila ingin mendapatkan informasi lebih jelas lagi, silahkan berkonsultasi dengan dokter keluarga Anda. Awan Jakarta. YPWS.