Tips Agar Anak Bisa Terima Kekalahan

- Tips Agar Anak Bisa Terima Kekalahan
Tips Agar Anak Bisa Terima Kekalahan. childdevelopmentinfo

Parenting: Tips mendidik anak supaya bisa menerima kekalahan dalam berkompetisi perlu untuk diketahui. Pemahaman sejak dini diperlukan.

Setiap orangtua wajar bila menginginkan anaknya untuk menjadi pemenang. Namun orangtua seringkali lupa bahwa mengajarkan anak untuk menerima kekalahan adalah proses pembelajaran yang harus diterapkan sedari kecil. Dengan menerima kekalahan akan membentuk anak yang memiliki pribadi yang baik dan kuat.

Kekalahan adalah proses yang harus Anda dampingi sehingga anak tidak menjadi pribadi yang kurang percaya diri, tidak mau mencoba lagi, pesimis atau berputus asa dan lain-lain. Jelas merugikan perkembangan mentalitas sang anak.

Sejak dini anak Anda harus menerima kenyataan bahwa konsep kalah bukan berarti menjadi terburuk melainkan memahami kalah adalah proses belajar dan bukan bagian dari akhir dunia. Seringkali emosi orangtua ikut andil dalam merosotnya mental anak sehingga membuatnya kurang percaya diri.

Berikut ada beberapa hal yang bisa Anda terapkan dalam menghadapi masalah tersebut:

Luapkan perasaan.

Anda dapat mengajarkan anak untuk mengekspresikan atau meluapkan kekalahan mereka. Biasanya anak akan menangis, memukul, menendang bahkan berteriak. Meskipun sulit untuk menjaga perasaan saat kalah akan tetapi dengan mendampingi untuk meluapkan perasaan kekalahan yang sedang dialami, akan membuatnya kembali percaya diri. Berikan anak waktu untuk meluapkan emosi mereka sejenak.

Hargai kerja keras anak.

Sebisa mungkin hargai kerja keras anak. Suasana kondusif dari lingkungan sekitar akan membantu dalam menerima kekalahannya sehingga peranan orang tua dalam menerima kekalahan anak diperlukan. Mengatasi kekalahan bahwa kalah bukan berarti tidak menang melainkan proses kerja keras dan usaha, ketika anak mulai dihargai hasilnya akan membantu dalam segala prestasi untuk membuatnya percaya diri lagi.

Memahami kekalahan.

Kalah bukan berarti akhir dari dunia. Pemahaman ini yang harus diberikan pada anak Anda. Anda dapat mulai menjelaskan bahwa hasil akhir dari kompetisi bukan berarti tidak menjadi juara melainkan untuk tetap bersemangat, itu hanya sebuah permainan dan perjalanan masih panjang. Orangtua harus memahami bahwa kompetisi bukan karena hasil akhir sehingga anda pun akan mengajarkan anak Anda untuk menghargai upaya untuk terus berprestasi.

Mengakui kekurangan.

Akui kekurangan bukan berarti bahwa anak Anda tidak jago, melainkan mengajarinya untuk rendah hati, menghargai orang lain dan menerima sebuah kekalahan sebagai proses belajar. Dengan demikian tidak ada yang salah dengan sebuah kekurangan sehingga Anda dapat memastikannya anak Anda dapat mengenal dirinya dengan kekurangan yang ia miliki.

Fokus pada proses.

Memberian motivasi ketika anak Anda sedang berusaha keras meraih juara adalah salah satu cara yang terbaik akan tetapi apabila Anda terlalu fokus pada hasil akhir yaitu menang atau kalah maka anak Anda akan stres dan merasa terbebani. Ajarkan anak Anda untuk menghargai sebuah proses bukan hasil akhir, dengan begitu dia lebih mudah menerima kekalahan .

Evaluasi.

Setelah anak kembali tenang, tidak ada salahnya untuk mengevaluasi pengalaman sang anak. Bila ada kelemahan yang didapat, cari solusinya bersama untuk perbaikan ke depan. Buat situasi yang santai saat berdiskusi. Kembali sesekali berikan pujian atas keberanian anak dalam melakukan proses berkompetisi.

Dengan demikian pola asuh orang tua akan membantu menumbuhkan rasa percaya diri, tidak mudah menyerah dan menerima kekurangan di dalam diri anak sehingga ketika mengikuti perlombaan dan kompetisi tidak membuat anak terbebani lagi. Semoga bermanfaat. Awan Jakarta. YPWS.