Tips Bencana Alam: Segitiga Kehidupan vs Menunduk dan Berlindung

Bencana Alam, Survival, Triangle of Life, Drop Cover Hold, Segitiga Kehidupan, Menunduk dan Berlindung
Tips Bencana Alam - Ilustrasi teknik Segitiga Kehidupan serta Menunduk dan Berlindung. Image: Wikihow.

Awanjakarta.com – Tips Bencana Alam kali ini merupakan artikel perdana yang redaksi rilis. Kali ini mengangkat tema khusus seputar teknik Segitiga Kehidupan vs Menunduk dan Berlindung.

Beberapa hari belakangan semakin aktif beredar info edukasi respon bencana gempa yang mewarnai timeline medsos di Indonesia. Yang cukup mencuri perhatikan adalah terkait edukasi respon gempa dengan mengandalkan teknik “Segitiga Kehidupan” dan teknik “Menunduk dan Berlindung”.

Teknik Segitiga Kehidupan ini sendiri awalnya dipopulerkan oleh orang yang bernama Doug Copp yang dikabarkan sebagai Kepala Penyelamat dan Manajer Bencana dari American Rescue Team International (ARTI), sementara teknik Menunduk dan Berlindung sudah lama diterapkan sebagai standar keselamatan banyak lembaga, termasuk Palang Merah dan Badan Geologi Amerika. Kedua cara ini sempat menjadi perdebatan di dunia Internasional sejak beberapa tahun yang lalu.

Di Indonesia sejatinya hal ini sudah lama juga ada, namun baru beberapa pekan ini mulai ada yang bertanya-tanya soal mana cara yang benar. Pertanyaan itu muncul karena sempat ada gambar penjelasan yang klaim jika cara Menunduk dan Berlindung adalah cara yang salah. Sementara di dunia Internasional justru teknik Segitiga Kehidupan yang tidak direkomendasikan. Lantas, mana yang benar?

Sebelumnya kita cermati beda teknik Segitiga Kehidupan dan teknik Menunduk dan Berlindung:

  • TEKNIK SEGITIGA KEHIDUPAN (Triangle of Life). Secara sederhana, saat bangunan runtuh, langit-langit juga akan ikut runtuh menimpa benda atau furniture sehingga menghancurkan benda-benda ini, menyisakan ruangan kosong di sebelahnya. Ruangan kosong ini lah yang lantas disebut sebagai “segitiga kehidupan”. Diklaim jika semakin besar bendanya, maka semakin kuat benda tersebut dan semakin kecil kemungkinannya untuk remuk. Semakin sedikit remuk, semakin besar ruang kosongnya, semakin besar kemungkinan untuk orang yang menggunakannya untuk selamat dari luka-luka.
  • TEKNIK MENUNDUK DAN BERLINDUNG (Drop, Cover, Hold). Teknik ini secara sederhana, saat gempa datang, segera menunduk dan berlindung dibalik meja dengan empat kaki yang kokoh sambil terus melindungi kepala. Variasi lain adalah, saat berlindung dibalik meja diusahakan sambil berpegangan dengan kaki meja.

Doug Copp melalui info yang disebar untuk mendukung teorinya berani menyalahkan teknik Menunduk dan Berlindung. Untuk menguatkan klaimnya, Doug melakukan percobaan yang sampai sekarang videonya bisa dilihat di kanal Youtube. Sebaliknya, cara yang ia populerkan tidak konsisten dengan penelitian kegempaan dan tidak direkomendasikan oleh beberapa organisasi terkait.

Mengutip penjelasan yang telah beredar di medsos,” Kami meruntuhkan sebuah sekolah dan rumah dengan 20 boneka di dalamnya. 10 boneka “menunduk dan berlindung” dan 10 lainnya menggunakan metode bertahan hidup “segitiga kehidupan”. Setelah simulasi gempa, kami merangkak ke dalam puing-puing dan masuk ke dalam bangunan untuk membuat dukumentasi film mengenai hasilnya.”

“Film itu menunjukkan bahwa mereka yang menunduk dan berlindung tidak dapat bertahan hidup dan mereka yang menggunakan metode saya “segitiga kehidupan” bertahan hidup 100%. Film ini telah dilihat oleh jutaan orang melalui televisi di Turki dan sebagian Eropa, dan disaksikan pada program televisi di USA, Canada dan Amerika Latin.”

Percobaan itu sendiri sudah lama juga tidak diakui hasilnya karena bukan hasil penelitian ilmiah dan ia juga menggunakan cara merubuhkan hingga menyebakan dampak “Pancake Collapse”. Untuk menguji dampak gempa, hal yang kerap dilakukan adalah dengan cara pemodelan bangunan bergeser atau bergoyang mengikuti sifat gempa yang cenderung bergeser akibat gerakan gelombang.

Beberapa hal terkait teknik dan bahkan seputar Doug sendiri cukup mengejutkan. Secara umum, teknik yang ia sampaikan “Tidak Direkomendasikan”. Lantas, apakah teknik Segitiga Kehidupan sudah pasti salah?

Jawaban sederhananya adalah: Jika tidak banyak lembaga Internasional yang merekomendasikan teknik Segitiga Kehidupan (Triangle of Life), sebaiknya kita menghindarinya demi keselamatan. Lebih disarankan Teknik Menunduk dan Berlindung (Drop, Cover, Hold) karena toh negara yang “Langganan Gempa” seperti Jepang sendiri juga lebih menyarankan cara ini. Mereka juga terus gunakan cara ini dalam setiap latihan rutin mereka, termasuk di sekolah-sekolah mereka.

Lantas bagaimana jika terpaksa? Jika saat kejadian memang kebetulan tidak ada/jauh dari meja berkaki empat yang kokoh atau lagi berada di sofa atau di kasur, Anda bisa saja tetap mengikuti Teknik Segitiga Kehidupan dengan meringkuk di sisi sofa atau kasur. Tapi tetap harus melindungi kepala. Catatan yang perlu diwaspadai adalah: pastikan tidak ada benda berbahaya yang bisa jatuh menimpa Anda (lampu kristal, lemari, televisi, foto di dinding, bola bowling, dll). Sekali lagi: Teknik Segitiga Kehidupan tidak direkomendasikan.

Sebagai tambahan, jika Anda menggunakan kursi roda. Saat terjadi gempa segera kunci kursi roda, menunduk, dan lindungi kepala dengan tangan atau benda lain yang bisa digunakan (Bantal, buku, tas).

Demikian penjelasan terkait hal ini. Semoga para pembaca semua selalu diliputi keselamatan dan jauh dari musibah. Jangan lupa lakukan persiapan dan latihan hadapi bencana. Awan Jakarta. YPWS.

Beberapa tautan yang bisa lengkapi pembahasan Segitiga Kehidupan vs Menunduk dan Berlindung:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Triangle_of_Life
  • https://educationinjapan.wordpress.com/2011/03/21/debate/
  • https://www.disastersurvivalskills.com/triangle-of-life-versus-drop-cover-and-hold-on/
  • https://www.rappler.com/life-and-style/technology/41743-triangle-life-hoax
  • http://www2.bpaonline.org/Emergencyprep/arc-on-doug-copp.html
  • https://www.snopes.com/fact-check/triangle-of-life/
  • https://science.howstuffworks.com/nature/natural-disasters/survive-earthquake5.htm
  • http://getthru.govt.nz/disasters/earthquake/

Sumber gambar: Wikihow.